MAJENE,KILASSULAWESI,– Ketua umum ( Ketum) DPP Lembaga Penyalur Aspirasi (LPA) Agussalam menyoroti Proyek Peningkatan kwalitas pemukiman kumuh kawasan Pesisir Labuang Kabupaten Majene,Provinsi Sulawesi Barat.
ia menilai Material yang digunakan dalam proyek ini menggunakan material batu yang kurang berkualitas sebab terdapat batu Keropos dalam campuran meterial di kegiatan itu, selain itu pantauan LPA dan Tim di lokasi pada Jumat 8 September 2023 juga tidak ditemukan adanya Direksiket atau Bescam.
Sehingga dalam dekat ketua umum LSM LPA bakal menyurati PPK Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sulawesi Barat
“Dalam dekat kami akan menyurat ke Pejabat pembuat komitmen (PPK) balai Prasarana pemukiman wilayah Sulawesi Barat untuk mengklarifikasi Kegiatan proyek yang mengelola anggaran milyar itu yang dikerjakan oleh PT.Karya menembus batas,dengan nilai anggaran Rp.12 milyar lebih yang bersumber dari APBN tahun 2023.”ungkap Agussalam
Ia juga menyampaikan bahwa selain material yang disinyalir tidak berkualitas, realisasi atau Progres kegiatan pun tak luput dari sorotannya menurutnya Pekerjaan yang dimulai pada Bulan April 2023 itu, harus nya sudah mencapai 60 persen di bulan September ini,namun hasil investigasinya progres kegiatan itu baru ada sekira 30 persen selain itu para pekerja pun terpantau tidak menggunakan alat keselamatan sesuai aturan undang-undang ketenagakerjaan tentang keselamatan kerja
“seharusnya kegiatan nya sudah mencapai 60 persen,karna kegiatan nya sudah memasuki enam Bulan lamanya sementara batas waktu kegiatan harus rampung pada bulan Nopember 2023″,Beber Agus.
Agus menambahkan bila mana kegiatan tersebut hingga batas waktu yang ditentukan selesai dan kegiatan tersebut tidak tuntas diharap pihak PPK agar menghentikan kegiatan dan mengganti perusahaan yang mampu menyelesaikan kegiatan proyek tersebut hingga selesai,karna menurut aturan PPK lah yang berhak memberhentikan dan melanjutkan kegiatan yang tidak dituntaskan oleh pelaksana”,harap Agus Salam
Sementara itu pelaksana lapangan kegiatan udin mengaku bahwa memang Progres kegiatan lambat namun dengan batas kontrak hingga September 2023 Selesai, pihak pelaksana optimis pekerjaan tersebut akan dituntaskan,
Terkait bescam yang disoroti LPA Udin mengatakan dulunya ada bescam namun sudah pindah di Lembang atau dikota.ucap Udin.(*)






