JAKARTA— Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, menyampaikan keprihatinan mendalam atas penutupan Masjid Al-Aqsa oleh otoritas Israel. Kebijakan tersebut dinilai sebagai tindakan yang menghalangi umat Islam dalam menjalankan ibadah, terlebih di bulan suci Ramadan yang seharusnya menjadi momentum kebersamaan dan spiritualitas.
Dalam pernyataannya, Jusuf Kalla menegaskan bahwa DMI menyesalkan keras langkah penutupan tersebut. Ia mendesak agar Masjid Al-Aqsa segera dibuka kembali demi kepentingan umat Islam yang ingin beribadah dengan khusyuk, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Penutupan ini sangat kami sesalkan. Kami menuntut agar Masjid Al-Aqsa dibuka kembali, terlebih dalam momentum Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya dengan nada tegas.
Lebih lanjut, Jusuf Kalla menilai kebijakan Israel itu bertentangan dengan prinsip kebersamaan, kemanusiaan, serta semangat kerja sama internasional. Ia mengingatkan bahwa pengelolaan Masjid Al-Aqsa berada di bawah otoritas Yordania, sehingga tindakan sepihak Israel dianggap melanggar kesepakatan yang telah diakui dunia internasional.
DMI bersama masyarakat Indonesia menyuarakan kecaman atas penutupan tersebut. Mereka berharap situasi segera membaik agar umat Islam dari berbagai penjuru dunia dapat kembali beribadah dengan aman, nyaman, dan penuh kedamaian di salah satu situs suci umat Islam itu.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap kondisi di kawasan tersebut. Dunia internasional kini menyoroti akses ibadah di Masjid Al-Aqsa, yang menjadi simbol penting bagi jutaan umat Islam dan pusat spiritualitas yang tidak seharusnya dibatasi oleh kepentingan politik.(*)






