MAKASSAR– Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Selatan yang digelar di Hotel Claro Makassar, 20–21 Juni 2026, menjadi momentum konsolidasi besar organisasi nelayan di provinsi maritim ini. Dengan tema “HNSI Sulsel Solid Bergerak dan Berdampak”, forum yang dihadiri seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota se-Sulsel akhirnya menetapkan Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) sebagai Ketua DPD HNSI Sulsel periode 2026–2031 secara aklamasi.
Penetapan yang berlangsung cepat dan penuh kebersamaan itu bukan sekadar proses formal, melainkan simbol kepercayaan kolektif nelayan terhadap figur AIA yang dinilai mampu menjawab tantangan besar sektor kelautan dan perikanan di Sulawesi Selatan mulai dari perlindungan hukum, peningkatan kesejahteraan, hingga penguatan akses pasar dan ekspor hasil tangkapan.
Usai terpilih, AIA menegaskan komitmennya menjadikan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan nelayan sebagai prioritas utama kepengurusannya. Ia menyoroti potensi maritim Sulsel yang sangat besar, di mana dari 24 kabupaten/kota hanya empat yang tidak bersinggungan langsung dengan laut.
Tercatat sekitar 500 ribu nelayan, termasuk lebih dari 200 ribu pembudidaya perikanan, menggantungkan hidup dari sektor kelautan. Namun, masih ada sekitar 28 ribu nelayan yang masuk kategori miskin hingga miskin ekstrem.
“Kehadiran HNSI harus mampu mendorong kesejahteraan nelayan. Kita ingin membantu mereka mendapatkan akses bantuan yang lebih mudah, sekaligus memberikan kepastian hukum dalam menjalankan aktivitas melaut,” tegasnya.
AIA juga menilai masih banyak nelayan yang tersandung persoalan hukum akibat minimnya pemahaman regulasi, termasuk penggunaan alat tangkap. Karena itu, HNSI Sulsel akan memperkuat pendampingan dan edukasi, sekaligus mendorong peningkatan akses pasar dan ekspor hasil perikanan agar nelayan memperoleh harga jual lebih baik.
“Kami ingin hasil tangkapan nelayan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Karena itu, kami mendorong penguatan akses ekspor dan berharap pemerintah, khususnya kementerian terkait, dapat memberikan dukungan alat tangkap yang lebih baik agar produktivitas nelayan meningkat,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal DPP HNSI, Lydia Assegaf, mengapresiasi jalannya Musda Sulsel yang berlangsung lancar dan bahkan disebut sebagai Musda tercepat dalam sejarah HNSI karena proses pemilihan hanya berlangsung sekitar 10 menit.
Ia menekankan bahwa tema “Solid Bergerak dan Berdampak” tidak boleh berhenti sebagai slogan, melainkan harus diwujudkan dalam program nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan. “HNSI adalah mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Konsolidasi organisasi, pendataan nelayan, dan penguatan kemitraan menjadi agenda penting yang harus segera dijalankan,” katanya.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulsel, Ishak Iskandar, menegaskan Sulsel sebagai salah satu provinsi dengan kekuatan maritim terbesar di Indonesia. Dengan garis pantai sepanjang 1.937 kilometer, Sulsel memiliki potensi sumber daya perikanan yang sangat besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Nelayan adalah garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan. Kekayaan laut yang melimpah harus berbanding lurus dengan kesejahteraan nelayan. Karena itu, peningkatan taraf hidup nelayan menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia berharap Musda HNSI Sulsel dapat melahirkan gagasan inovatif, mulai dari digitalisasi sektor perikanan, penguatan akses pasar, hingga perluasan perlindungan sosial bagi nelayan.
Ketua Organizing Committee (OC) Musda HNSI Sulsel, Indar Wijaya, menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Musda dipersiapkan selama dua hingga tiga bulan melalui komunikasi intensif dengan 23 DPC HNSI se-Sulsel. Ia menegaskan pelaksanaan Musda berjalan tanpa dukungan sponsor dan murni didukung oleh Ketua DPD HNSI Sulsel terpilih.
“Alhamdulillah seluruh tahapan Musda berjalan lancar hingga proses pemilihan dan penyerahan pataka organisasi,” ujarnya.
Musda HNSI Sulsel turut dihadiri Wakil Ketua Umum DPP HNSI Agus Suherman, jajaran pengurus pusat, pengurus daerah, serta perwakilan nelayan dari berbagai kabupaten/kota. Kehadiran mereka menegaskan bahwa konsolidasi HNSI Sulsel bukan hanya agenda lokal, melainkan bagian dari gerakan nasional untuk memperkuat posisi nelayan sebagai pilar ketahanan pangan dan ekonomi maritim Indonesia.






