Pilkades Serentak, Ijazah Bacalkades Harus di Cek Kebsahannya

MAJENE, KILASSULAWESI—-Menjelang pemilihan kepala desa secara serentak pada November 2019 mendatang, Dewan Pendidikan Kabupaten Majene meminta kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Majene, untuk melakukan pengecekan keabsahan ijazah Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) untuk periode 2019-2025.

Permintaan iitu, diungkapkan salah seorang Anggota Dewan Pendidikan Majene, Herman Haeruddin Minggu 6 Oktober. Dia menyebutkan pengecekan keabsahan ijazah ini penting dlakukan demi terselenggaranya Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) yang benar-benar bersih di Majene.

“Kita tidak ingin timbul masalah dikemudian hari setelah penetapan calon nantinya. Kita ingin pilkades ini dapat berjalan sukses tanpa ternodai sesuatu hal yang tidak baij, “ujar Haeruddin yang juga pernah menjadi calon kades periode lalu.

Dikatakannya, penyelenggaraan pilkades secara serentak yang dijadwalkan pada 21 November mendatang, akan diikuti sebanyak 19 desa di di Kabupaten Majene, untuk mada periode 2019-2025..

“Dengan demikian pengecekan keabsahan ijazah para cakades sudah harus dilakuka dan semestinya pihak PMD Majene bekerjsama dengan dewan pendidikan,” katanya.

Sebab, menurutnya pengecekan ijazah bacakades tidak bisa dianggap sepele terutama pada ijazah yang dicurigai palsu. Sehingga jika terdapat ijazah cakades terbukti tidak sah, maka pihak PMD dapat menggugurkan pemilik ijazah sebagai cakades tersebut.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan dan Desa Dinas PMD Majene, Sugiarto menuturkan, kewenangan mengecek dan menentukan keabsahan ijazah bacakades itu adalah tim yang sudah tebentuk.

“Jadi para tim mengecek ijazah para bacakades dengan syarat telah dilegalisir pada pihak sekolah bersangkutan. Dan apabila benar terbukti palsu maka akan digugurkan dan tidak ditetapkan sebagai bacakades,” tegasnya.

Sugiarto menjelaskan, satu di antara sekian banyak syarat menjadi bacakades pada Pilkades serentak, adalah minimal lulus Sekolah Menegah Pertama (SMP) sederajat. Sehingga kekwatiran banyak pihak akan terjadi penggunaan ijazah palsu sedikit kemungkinan bisa terjadi. Alasannya sudah ada tim dibentuk untuk mengantisipasi kemungkinan timbulnya masalah ke kepannya setelah penetapan calon kades tersebut (edy/ade)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *