Pasar Oleh-oleh Disulap Jadi Pasar Tumpah Lembang

PAREPOS. CO. ID, MAJENE–Beberapa waktu lalu pemkab Majene telah meresmikan pasar oleh-oleh atau jajanan khas Mandar di Lembang jalan poros Majene-Polman. Lantaran tak laku dan pengunjung sepi kini pasar jajanan khas mandar tersebut malah disulap menjadi pasar tumpah Lembang Kecamatan Banggae Timur.

Bupati Majene, Fahmi Massiara bersama jajarannya kembali meresmikan yang kedua kalinya yakni pasar tumpah, Minggu 2 Februari 2020 di kompleks pasar tersebut. Peresmian dilakukan usai kegiatan car free day dengan mengarahkan seluruh pimpinan OPD dan pejabat lainnya untuk berbelanja minimal Rp50 ribu dan bisa lebih dari nilai itu.

Bacaan Lainnya

Pantauan parepos online nampak pejabat baik pria maupun wanita sedang antusias berbelanja untuk kebutuhan dapur, mulai dari sayur sayuran ikan dan makanan lainnya.

Kepala Bapenda Majene, Hj Hasdinar Asri, menjelaskan rencana tersebut telah lama dibicarakan. Namun karena sebelumnya ada gedung di areal pasar yang digunakan sementara Pengadilan Negeri Majene, sehingga rencana tersebut urung dilakukan.

“Setelah Kantor PN kembali ke tempat kantor semula, pedagang tersebut mulau kembali beraktifitas,” kata mantan Kadis Koperasi UKM Perdagrin Majene itu.

Menurut dia, konsep pasar tumpah Lembang, adalah grosiran. Transaksi hanya ada di pagi hari mulai subuh dini hari hingga pukul 07.00 wita pagi. Distributor dari luar daerah akan diarahkan ke Lembang kemudian para pengecer akan membeli lalu dijual lagi ke konsumen di berbagai pasar yang ada di Majene.

“Hal itu juga akan bisa menjamin adanya keseragaman harga termasuk menjamin harga tidak akan melambung tinggi,” katanya.

Bupati Majene, Fahmi Massiara mengatakan dengan adanya pasar tumpah itu cukup memberikan nilai positif. Sehingga sangat merespon dan menyambut baik atas peresmian Pasar Lembang tersebut. Fahmi mengatakan beberapa waktu lalu pasar ini difungsikan sebagau pasar oleh-oleh khas Mandar dan telah diberikan SK kepada pedagang yang ada. Hanya saja, selama ini tidak berjalan lancar karena sepi pembeli atau pengunjung.

Karena itu Fahmi berharap, selain memaksimalkan perputaran ekonomi di wilayah Lembang ini, juga akan menjadi pintu masuk untuk dapat melakukan pembenahan selanjutnya.

“Maka, tentunya diharapkan pasar ini tidak hanya dibangun begitu saja tetapi tidak di fungsikan dengan baik, dampaknya kita akan kesulitan melakukan pembenahan. Sebab, pemerintah pusat tidak lagi akan membantu melainkan pihak pemkab Majene yang akan tetap melakukan penataan dan pembenahan, “pungkasnya. (edy)

Pos terkait