POLMAN, – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar kembali menegaskan komitmennya dalam menjadikan pendidikan sebagai instrumen utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Polewali Mandar, Dr. Aco Musaddad, HM, saat mewakili Bupati Polewali Mandar membuka kegiatan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar dalam rangka peringatan “1 Tahun Sekolah Rakyat”, Sabtu (20/6/2026).
Dalam sambutan tertulis Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, yang dibacakannya, Dr. Aco Musaddad menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 yang telah menginisiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk refleksi sekaligus penguatan komitmen terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menekankan empat tujuan utama penyelenggaraan Sekolah Rakyat, yaitu:
Pemerataan Akses Pendidikan, dengan menjamin kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi.
Pemutus Rantai Kemiskinan, menjadikan pendidikan sebagai sarana paling efektif untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Pembentukan Karakter Generasi Muda, dengan melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang kuat.
Penguatan Kemandirian Daerah, melalui penciptaan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Polewali Mandar.
“Pendidikan adalah investasi terbaik untuk mengubah masa depan daerah kita. Kemiskinan dan keterbatasan bukanlah tembok penghalang ketika seseorang memiliki motivasi belajar yang tinggi,” ujar Dr. Aco Musaddad di hadapan para undangan.
Sebagai bentuk motivasi bagi para siswa dan orang tua, pada kesempatan tersebut turut disampaikan kisah inspiratif Raeni, putri seorang tukang becak yang berhasil mengubah nasib keluarganya melalui pendidikan. Berkat ketekunan dan prestasinya, Raeni berhasil menjadi lulusan terbaik Universitas Negeri Semarang, memperoleh beasiswa pendidikan S2 dan S3 di Inggris, hingga kini berkiprah sebagai akademisi dan doktor.
Kisah tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi peserta didik Sekolah Rakyat agar terus bersemangat meraih cita-cita dan membuktikan bahwa pendidikan mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 dapat terus menjadi wadah pembinaan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Menutup sambutannya, Dr. Aco Musaddad mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), unsur TNI-Polri, PGRI, pemerintah kecamatan, pendamping PKH, hingga para orang tua untuk terus bersinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Polewali Mandar.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Polewali Mandar, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar beserta jajarannya, perwakilan OPD, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), camat, perwakilan Kodim, Polres, serta berbagai unsur terkait lainnya.(*)






