POLEWALI MANDAR – Sektor perumahan dan kawasan permukiman merupakan kebutuhan dasar manusia yang berdampak langsung terhadap produktivitas, kesehatan, serta kesejahteraan masyarakat.
Menyadari pentingnya hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Perumahan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Senin, 27 Juli 2026.
Pertemuan strategis yang mengusung tema “Penguatan Peran Kerja PKP” ini dibuka secara resmi oleh Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Aco Musaddad HM.
Acara penting ini turut dihadiri langsung oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Andi Masri Masdar, Kepala Balai Wilayah PKP, serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sulawesi Barat, Maddareski, yang bergabung secara daring melalui aplikasi Zoom.
Selain itu, hadir pula segenap jajaran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan Kabupaten Polewali Mandar, serta Ketua beserta Anggota Pokja PKP Kabupaten Polewali Mandar.
Sambutan tertulis Bupati Polman yang dibacakan oleh Aco Musaddad HM yang di awali dengan sebuah pantun pembuka menekankan pentingnya menata permukiman secara rapi dan berwawasan lingkungan. Ia menegaskan di hadapan seluruh undangan bahwa penguatan peran Pokja PKP adalah kunci utama agar pembangunan infrastruktur berjalan terpadu, inklusif, dan tepat sasaran di seluruh wilayah Polewali Mandar.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Polewali Mandar menitipkan 4 Pesan Inspiratif yang harus diintegrasikan ke dalam program kerja daerah:
Pertama, Pokja PKP diminta melakukan penyelarasan integratif dengan isu strategis nasional, khususnya dalam mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem, penanganan kawasan kumuh, dan penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kedua,Penguatan sinergi lintas sektor harus ditingkatkan demi mengoptimalkan stimulus pembangunan, akses air minum, dan penataan sanitasi wilayah.
Ketiga,Fokus pada perwujudan Polewali Mandar yang Sehat (bebas stunting dan bersih), Cerdas (memiliki konektivitas ke fasilitas pendidikan), dan Maju (mendorong ekonomi kerakyatan).
Sementara pada pesan keempat, Bupati menginstruksikan agar setiap rancangan kawasan tetap menghormati nilai agama dan kearifan lokal melalui sentuhan arsitektur budaya Mandar, tanpa mengabaikan tata kelola sampah yang baik serta mitigasi bencana demi keamanan generasi masa depan.
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar berharap agar rapat koordinasi ini tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial tahunan. Pertemuan ini ditargetkan mampu menghasilkan output konkret berupa komitmen bersama, rencana aksi yang terukur, serta penyediaan data spasial permukiman yang akurat demi masa depan daerah yang lebih aman dan berdaya saing tinggi.(*)






