KILASSULAWESI.COM, MAROS – Salah seorang Tenaga Kesehatan (Nakes) berinsial “M” (26) yang bertugas sebagai Apoteker di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Mandai, Kabupaten Maros, dikabarkan meninggal dunia. Selasa, 19 Mei 2020.
Apoteker Non PNS tersebut menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Dadi, setelah dirujuk untuk mendapatkan penanganan akibat keluhan lemas yang ia alami.
Kepala Puskesmas Mandai, dr. Irna, membenarkan kabar duka yang datang pada subuh hari itu melalui penanggung jawab Apotek yang berada di PKM Mandai. “Iya, tadi subuh saya juga dapat infonya dari PJ apotek kami,” ujarnya melalui pesan singkat.
Ia melanjutkan, tenaga kesehatan tersebut masih sementara menunggu hasil uji spesismen swab, untuk mengetahui jika terinfeksi Covid-19 setelah menjalani Rapid Test dengan hasil Reaktif. Sebelumnya Almarhumah mengeluhkan lemas dan menunjukan nilai hemoglobin (HB) yang cukup rendah.
“Ada keluhan lemas jadi diobservasi di UGD, diperiksa HB 4,7 jadi kita putuskan untuk rujuk, sebelum dirujuk kita tes RDT dulu sesuai prosedur, ternyata RDT reaktif,” jelas dr. Irna.
Meski demikian, pelayanan di Puskesmas Mandai masih berjalan dengan lancar meski sebelumnya beberapa area menjalani sterilisasi. “Insyaa Allah hari ini kembali normal, persalinan yang sempat di sterilkan rencananya akan kembali normal hari ini” tambahnya.
Sementara itu, Juru Bicara Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Maros, dr. Syarifuddin, menugkapkan jika beberapa tenaga kesehatan yang berada di PKM Mandai telah menjalani rapid test sebanyak tiga tahap dan menemukan sebanyak sembilan orang yang memiliki hasil reaktif. “Ada 9 yang reaktif Rapid Tes, 8 orang sudah isolasi duta Covid-19 di hotel Harper dan 1 orang isolasi mandiri di rumah. Pelaksanaanya pada tanggal 9, 16 dan 18,” katanya.
dr. Syarifuddin melanjutkan, tenaga kesehatan yang meninggal merupakan salah satu dari dua orang yang telah menjalai rapid test kemarin dan masih menunggu hasil swab test. Rencananya akan dimakamkan dengan protokoler kesehatan di pemakaman Macanda, Kabupaten Gowa.
“Salah satu meninggal pukul 03.00 di RS Dadi, yang sebelumnya diobservasi di puskesmas, karena keadaan umunya memburuk sehingga dirujuk ke RS Dadi. Dimakamkan di Gowa,” jelasnya.
Ia menambahkan, Data Pemantauan Covid-19 di Kabupaten Maros per tanggal Senin, 18 Mei 2020 mencatat ada 13 warga yang sedang dalam pemantauan, 292 selesai pemantauan dengan total kasus 205 Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sedangkan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang sedang di rawat ada 6 orang, menjalankan isolasi mandiri sebanyak 2 orang, sembuh 13 orang dan meninggal 4 orang.
“Untuk warga yang terkonfirmasi Positif Covid-19 di Maros tercatat ada 54 kasus dengan rincian, isolasi mandiri 25 orang, menajalani perawatan 7 orang, sembuh 20 orang dan meninggal 2 orang,” tutup Jubir.(tip)






