Pemkab Parigi Moutong Sulteng Bantu Korban Gempa dan Dirikan Posko Kesehatan di Majene

PAREPOS. CO. ID, MAJENE–Pasca gempa bumi melanda wilayah Sulbar termasuk Kabupaten Majene, bantuan logistik terus mengalir. Bantuan tersebut tidak hanya berdatangan dari para komunitas dan organisasi berbagai di wilayah Sulbar, tetapi juga berasal dari pemerintah pusat dan daerah lain di luar wilayah Sulbar.

Seperti dari pemerintah Sulsel dan sejumlah kabupaten dan kota turut pula menyalurkan bantuan. Kini giliran dari Pemerintah Daerah Parigi Moutong Sulawesi Tengah (Sulteng) turut peduli para korban gempa di Kabupaten Majene dengan menyalurkan bantuan tersebut.

Bacaan Lainnya

Penyaluran bantuan itu diantarkan Sekretaris Daerah (Sekda) Parigi Mautong , Zulfinasran bersama Kepala BPBD, Kadis. Budpar, Ketua PMI dan rombongan lainnya. Ia datang langsung membawa bantuan ke korban gempa Majene, tepatnya di Posko Induk gempa di Kota Tinggi Kecamatan Malunda. Kedatangannya itu diterima langsung Plt Bupati Majene, Lukman didampingi sejumlah pihak terkait.

Diketahui selain membawa bantuan bagi korban gempa Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga datang untuk membuka posko kesehatan di lokasi pengungsian SMK Kota Tinggi serta membawa pula mobil tangki untuk pelayanan air bersih di lokasi pengungsian. “Adapun bantuan tersebut diantaranya beras, tikar, terpal, mie instant, air mineral serta bantuan lainnya yang dianggap cukup berguna bagi korban gempa tersebut,” ucap Setda Zulfinasran

Ia memgatakan semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi warga terdampat korban benca gempa bumi. Setidaknya dapat meringankan beban korban tersebut. Sedangkan Plt Bupati Majene, Lukman mengucapkan terimakasih kepada Pemda Parigi Moutong yang turut andil menyalurkan bantuan.

Bahkan bantuan itu, Lukman langsung memerintahkan dan mengarahkan petugas untuk secepatnya disalurkan ke wilayah atau desa yang terisolir di Kecamatan Ulumanda. Alasannya, warga korban gempa yang masih tinggal bertahan di lokasi pengungsian cukup membutuhkan bantuan tersebut. Sehingga perlu untuk secepatnya disalurkan. (edy/B)

Pos terkait