Mengenal Lebih Dekat Kota Penyelenggara Tomohon International Flower Festival

TOMOHON, KOLASSULAWESI – Di balik Kota Tomohon, Sulawesi Utara, yang terkenal dengan pasar tradisional ekstrem yang menjajakan beragam kuliner unik dan tidak lazim, nyatanya kota ini juga dikenal sebagai kota penghasil bunga terbesar di Indonesia.

Berkat sumber daya alam yang subur, Tomohon yang berada di ketinggian 900 – 1.100 mdpl dianugerahi beranekaragam jenis bunga yang berlimpah. Mulai dari bunga krisan putih cerah dan kuning, dahlia merah dan ungu, lili, mawar dan berbagai jenis bunga lainnya. Sejauh mata memandang, kota itu dipenuhi dengan bunga-bunga yang sangat menawan.

Potensi ini kemudian dioptimalkan oleh Pemerintah Kota Tomohon dengan menyelenggarakan Tomohon International Flower Festival (TIFF) setiap musim bunga tiba yakni pada Juli atau Agustus.

Di dalam TIFF, hasil tanah subur Tomohon ini dikreasikan melalui parade fesyen karnaval hingga truk/mobil yang dibalut dengan ribuan bunga-bunga krisan.

Penanggung Jawab Float TIFF Indra Salam mengatakan biasanya dalam satu float (truk/mobil hias) bunga krisan yang digunakan kurang lebih 8.000 bunga yang berasal dari petani di Tomohon. Untuk tahun ini ada sekitar 20 petani yang turut serta dalam ajang TIFF.

Indra yang ditemui di _Show Window_ yang menjadi hanggar truk hias tersebut mengaku sudah lima kali berpartisipasi dalam event TIFF. Khususnya sebagai penanggung jawab float dari Kemenparekraf.

Untuk mengerjakan satu float hias biasanya membutuhkan waktu 9 hari. “Tahun ini untuk float Kemenparekraf sendiri konsepnya 5 Destinasi Super Prioritas. Jadi ada candi yang merepresentasikan Borobudur. Kemudian kura-kura untuk Likupang. Juga ada komodo representatif dari Labuan Bajo,” kata Indra, Selasa, 8 Agustus 2023.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan branding destinasi sebagai kota bunga ini menjadi unique selling point dan menjadi andalan bagi Kota Tomohon.

Sandiaga berharap TIFF dapat terus berkembang sesuai dengan pesan Presiden Jokowi bahwa Indonesia harus memiliki event-event berkelas dunia guna mendukung percepatan kebangkitan ekonomi.

“Apalagi satu float ini bisa membuka 6 sampai 10 lapangan kerja dan dampak terhadap ekosistem bunga ini sangat besar sehingga 30 float yang hadir ini bisa membuka peluang bagi 300 lebih lapangan kerja langsung dan ribuan lapangan kerja tidak langsung,” ujarnya.

TIFF akan berlangsung selama lima hari dari mulai 8 hingga 12 Agustus 2023. Untuk acara puncaknya yakni parade bunga (fesyen dan kendaraan hias) akan dilangsungkan pada 12 Agustus 2023.

Sebanyak 300 ribu wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara diproyeksikan akan memadati festival tahunan tersebut.

Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga, Inspektur 1 Kemenparekraf/Baparekraf, Bayu Aji; Staf Khusus Menparekraf Bidang Akuntabilitas, Pengawasan, Reformasi, dan Birokrasi Kemenparekraf/Baparekraf, Irjen Pol Krisnandi; dan Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf/Baparekraf, Dessy Ruhaty.(*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *