PAREPARE, KILASSULAWESI– Penamaan Akbar pada proyek jembatan melalui bantuan keuangan Pemprov Sulsel senilai kurang lebih Rp 40 miliar dan APBD Kota Parepare senilai Rp 2,9 miliar di Jalan Suaka Alam Lestari, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat. Mendapat respon positif dari Forum Masyarakat Bahagia (FMB)
” FMB dengan sepenuh hati mendukung perubahan nama jembatan kembar menjadi “Jembatan Akbar”. Kami bersedia berdialog dengan pihak yang mungkin memiliki pandangan berbeda, namun penting untuk dicatat bahwa nama Jembatan Akbar memiliki kedalaman filosofis yang signifikan,”ujar Ketua FMB Kota Parepare, Zainal Azis Mandeng, Rabu, 10 Januari 2024.
Sebaliknya, kata Zainal, nama jembatan kembar tidak mencerminkan makna filosofis dan tidak ada gambaran kembar pada jembatan tersebut. “Apakah hanya karena ada 2 jembatan yang memisahkan alur kendaraan,” ujarnya.
Sebelumnya, lanjut Zainal, Wali Kota Parepare sebelumnya telah mengubah nama Stadion Gelora Mandiri menjadi Gelora Bj Habibie. Bahkan, tanpa persetujuan DPRD. Belum lagi, merubah nama Lapangan Andi Makkasau dengan sebutan Alun-Alun Kota, dan inisiatif serupa lainnya. ” Oleh karena itu, sangatlah wajar jika nama jembatan ini diubah menjadi sesuatu yang lebih baik dan lebih bermakna,”tegasnya.
Hasil rumusan pertemuan pengurus FMB menyatakan bahwa selain Jembatan kembar, perpustakaan besar juga sebaiknya diubah menjadi Perpustakaan Akbar, sebagai satu-satunya perpustakaan terbesar (Akbar dalam bahasa Arab) di Kota Parepare.
Demikian juga, Masjid Terapung seharusnya mendapat nama yang mencerminkan keadaannya. Sehingga, FMB mengusulkan pula mengubah namanya menjadi Masjid Akbar. “Ini adalah suatu langkah yang tepat, mengingat kenyataan bahwa masjid tersebut tidak benar-benar terapung,”tutupnya.
Sekda Parepare Muhammad Husni Sjam juga memaparkan perubahan nama jembatan masih bisa dilakukan selama belum ada regulasi yang mengikat. Selain itu, jembatan kembar juga diketahui belum memiliki nama.
“Perubahan nama bisa dilakukan karena belum ada dasar hukum atau regulasi saat diresmikan di era ASS. Apalagi selama ini kan memang belum ada namanya,” ungkap Husni. Jembatan Akbar ini diresmikan oleh Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin didampingi Pj Wali Kota Parepare, Akbar Ali bersama sejumlah unsur Forkopimda.(*)






