Jasa Angkutan Peti Kemas, Akbar Ali Gandeng PT Meratus Investasi di Pelabuhan Nusantara

Pj Wali Kota Parepare saat menyeruput di Warkop 588

PANGKEP, KILASSULAWESI– Penjabat (Pj) Wali Kota Parepare, Akbar Ali menuturkan, terus melakukan berbagai upaya dalam pengembangan dan membukan peluang bisnis di Kota Parepare. Salah satunya dengan menawarkan potensi tersebut kepada PT Meratus sebagai perusahaan yang mengintegrasikan pelayaran dan logistik di Indonesia. Yakni jasa peti kemas.

” Saat kunjungan kerja beberapa waktu ke Surabaya didampingi para pengusaha lokal, kami berharap kepada PT Meratus agar mengambil bagian menyiapkan angkutan peti kemas di Kota Parepare,”ujarnya saat ditemui Kilassulawesi di Warkop 588, Ahad, 25 Februari 2024.

Bacaan Lainnya

Potensi yang ada di Kota Parepare, kata Akbar Ali, mampu lebih dimaksimalkan dan dapat memangkas dana operasi dari hasil bumi baik bagi pengusaha diwilayah Ajatappareng maupun Sulawesi Barat. ” Bayangkan jika setiap pengiriman menggunakan peti kemas itu dapat memangkas dana operasi hingga Rp 1.750.000 perkotaknya. Artinya ada keuntungan sekitar Rp 325 juta perhari, jika kita mampu mempersiapkan itu disini,”ujarnya.

Sementara, hasil bumi yang bisa diambil di wilayah Ajatappareng dan sekitarnya itu cukup besar. “Kenapa mesti ke Makassar, artinya selama ini Parepare sebagai daerah perlintasan hanya lintasan jalan saja yang digunakan. Dan jalan cuma hancur dan kita tak memperoleh apa-apa, makanya kita akan maksimalkan secara perlahan,” ungkapnya.

Akbar pun menilai potensi yang dimiliki Pelabuhan Kota Parepare cukup bagus, apa lagi tingkat kedalamannya hingga 9 meter dengan kondisi alam. Serta ditunjang fasilitas peti kemas dan pemkot juga memiliki yang bisa dimaksimalkan oleh PT Pelindo.

” Kalau kondisi itu dapat dimaksimalkan semua, maka masyarakat dan pengusaha hasil bumi akan terbantu dengan adanya pemangkasan esensi pendistribusian logistik. Pelindo juga mendapatkan jasa tambahan dari pelabuhan termasuk pemerintah sendiri. Dan wilayah sekitar khususnya Kalimantan akan mendapatkan pendistribusian hasil bumi lebih cepat,” bebernya.

Ditambahkannya, pemerintah pusat kini sudah meresmikan Makassar New Port (MNP) di Kota Makassar. Dan pelabuhan di Sulawesi Selatan itu masuk dalam 20 besar pelabuhan terbaik di Indonesia. Presiden dalam peresmian MNP itu pun berharap agar seluruh cost pendistribusian barang itu kiranya mampu diefisienkan.

“Minimal cost produksi itu hanya sekitar 9 persen, karena saat ini masih 14 persen dari sebelumnya 24 persen. Itu pun masih jauh dari target 9 persen yang ingin dicapai,”tutupnya. Dalam kunjungannya di Jawa Timur tersebut Pj Wali Kota Parepare didampingi GM Pelindo Parepare dan beberapa pengusaha hasil bumi. Serta beberapa pimpinan OPD Pemkot Parepare.(*)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *