PAREPARE– Kondisi dermaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Pelabuhan Nusantara dan Cappa Ujung, Kota Parepare, kembali menuai sorotan. Fasilitas yang semestinya menopang aktivitas pelabuhan bersama dermaga umum Pelindo itu dinilai memerlukan penanganan lebih lanjut demi keselamatan dan optimalisasi fungsi.
Di Pelabuhan Nusantara, dermaga APBN yang terletak sekitar 80 meter di sisi utara dilaporkan mengalami penurunan kondisi fisik. Lantai dermaga terlihat rusak, menimbulkan kekhawatiran pengguna jasa pelabuhan, terutama saat kapal sandar.
Anggota Komisi VI DPR RI, Ismail Bachtiar beberapa waktu lalu saat menyeruput di Warkop 588, berharap pemerintah pusat memberi perhatian serius. Menurutnya, peningkatan kualitas infrastruktur pelabuhan adalah bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.
Menanggapi hal tersebut, Humas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Parepare, Eko Prayitno, menjelaskan bahwa usulan perbaikan telah diajukan secara berkala ke pemerintah pusat, namun hingga kini masih berproses. KSOP, kata dia, tetap melakukan langkah sementara agar fasilitas tetap bisa digunakan masyarakat.
Pada 13 April 2026 lalu, KSOP bersama PT Pelindo menghadiri rapat koordinasi pemanfaatan aset di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Pertemuan itu membahas skema kerja sama pengoperasian dermaga APBN. Komunikasi aktif terus dilakukan antara Pelindo dan KPKNL untuk mencari solusi terbaik.
Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya sinergi antar lembaga dalam menjaga infrastruktur strategis. Harapannya, dengan perhatian dan langkah konkret ke depan, dermaga APBN di Parepare dapat kembali berfungsi optimal, aman, dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat serta aktivitas pelabuhan secara keseluruhan.(*)






