Diduga tak Netral di Pileg 2024, Kepala Desa Sumarrang Terancam 1 Tahun Penjara

Tersangka saat diproses oleh tim Gakkumdu terkait netralitas di Pileg 2024

POLMAN, KILASSULAWESI — Kepala Desa Sumarrang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sudirman menjalani proses pemeriksaan, Jumat 1 Maret 2024, di ruang Kejaksaan Negeri Polman.

Sudirman ditetapkan tersangka oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) beberapa pekan lalu. Sudirman diduga melanggar netralitas dan penyalahgunaan jabatan sebagai kepala desa. Kini Sudirman menunggu jadwal sidang di Pengadilan Negeri (PN) Polewali Mandar untuk diadili. Setelah penyidik dari Polres Polman merampungkan berkas perkara kasusnya atau tahap II.

Bacaan Lainnya

Dari pantauan, Jumat 1 Maret 2024, sore kemarin. Sudirman juga hadir dalam pelimpahan berkas di kantor Kejari Polman. Ia hadir mengenakan baju biru celana hitam, masuk lewat pintu samping untuk menghindari awak media.

Ia diperiksa di salah satu ruangan oleh penyidik gabungan Sentra Gakkumdu Polman. Hampir satu jam lebih diperiksa, setelah itu ia meniggalkan kantor Kejari Polman lewat pintu samping. Awak media pun dilarang untuk merekam video, saat Sudirman diperiksa gabungan Sentra Gakkumdu.

“Berkas perkara tersangka berinisial S telah dinyatakan lengkap, kita terima pelimpahan. S saat ini resmi menjadi tahanan jaksa,” terang penyidik Kejari Polman, Muhammad Yasin Wawo kepada wartawan.

Yasin pun menjelaskan, tersangka S  tidak ditahan lantaran ancaman hukumannya tidak lebih dari lima tahun. Tersangka juga dinilai koperatif saat kasus ini bergulir mulai dari tahapan pelaporan, penyelidikan hingga status tersangka.

Yasin mengatakan syarat objektif penahanan tidak terpenuhi sehingga tersangka tidak dapat ditahan. Dijelaskan tersangka S tidak ditahan lantaran ancaman hukumannya tidak lebih dari lima tahun. ” Tersangka juga dinilai koperatif saat kasus ini bergulir mulai dari tahapan pelaporan, penyelidikan hingga status tersangka,”kata Yasin.

Yasin mengatakan syarat objektif penahanan tidak terpenuhi sehingga tersangka tidak dapat ditahan. ” Barang bukti yang dilimpahkan ini berupa rekaman suara dan foto saat berbicara di depan masyarakat di rumahnya,” lanjut Yasin.

Ia mengatakan saat ini tersangka menunggu jadwal persidangan di PN Polewali. Tersangka akan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Polewali jika sudah divonis hakim dan berkekuatan hukum. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *