PAREPARE, KILASSULAWESI– Calon Wakil Wali Kota Parepare, Prof Bakhtiar Tijjang terus menunjukkan komitmennya dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui dunia pendidikan dengan melibatkan generasi muda.
Beberapa program pendidikan yang kerap digaungkan oleh Prof Bakhtiar Tijjang diantaranya, Pendidikan Inklusif dan Responsif. Program seperti “Merdeka Belajar” dan “Kampus Merdeka” yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim bertujuan untuk menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja dan teknologi.
Selanjutnya, Pengembangan Karakter dan Soft Skills. Fokus pada pengembangan karakter dan keterampilan lunak untuk membentuk generasi yang berdaya saing, berintegritas, dan siap menghadapi perubahan dunia. Serta kolaborasi dengan Industri.
Dimana, Prof Bakhtiar selaku Rektor di Institut Andi Sapada kerap mendorong sinergi antara dunia pendidikan dan industri untuk menjembatani kesenjangan antara output pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Langkah-langkah ini, kata Prof Bakhtiar diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang cerdas, inovatif, dan berdaya saing, yang siap menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Pendidikan tinggi harus berperan aktif dalam mengembangkan kewirausahaan dengan menyediakan program-program yang mengajarkan keterampilan bisnis, manajemen, dan kreativitas. Selain itu, kampus perlu berkolaborasi dengan industri kreatif untuk menyediakan magang, pelatihan, dan proyek kolaboratif yang dapat memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa.
Kewirausahaan adalah kunci untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dan mengurangi ketergantungan pada sektor formal. Pendidikan yang mendorong semangat kewirausahaan akan mempersiapkan generasi muda untuk berpikir kreatif, berinovasi, dan mengambil risiko yang terukur, yang semuanya penting dalam menciptakan bisnis yang sukses.
Dengan demikian, institusi pendidikan tinggi perlu memberikan dukungan, termasuk akses ke inkubator bisnis dan modal awal, bagi mahasiswa yang ingin memulai usaha mereka sendiri.
Promosi Ekonomi Inklusif melalui Pendidikan Tinggi
Ekonomi inklusif adalah ekonomi yang memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk berpartisipasi dan meraih manfaat dari pertumbuhan ekonomi. Pendidikan tinggi memainkan peran penting dalam promosi ekonomi inklusif dengan memastikan bahwa semua individu, termasuk kelompok marginal, memiliki akses ke pendidikan berkualitas dan peluang untuk berkontribusi secara produktif dalam ekonomi. Melalui program beasiswa, pengurangan biaya kuliah, dan inisiatif lainnya, universitas dapat membuka pintu pendidikan tinggi bagi lebih banyak orang, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka.
Selain itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dapat membantu memastikan bahwa program pendidikan tinggi tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja, mengurangi pengangguran di kalangan lulusan, dan mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Dengan memastikan bahwa semua siswa, terlepas dari latar belakang mereka, memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang, kita dapat membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi yang adil dan berkelanjutan.
Menyiapkan Pendidikan Tinggi untuk Era Digital
Dalam era digital ini, pendidikan tinggi di Indonesia harus bertransformasi untuk tetap relevan dan kompetitif. Perguruan tinggi perlu mengadopsi teknologi terbaru untuk mendukung pengajaran dan pembelajaran, termasuk pembelajaran daring, penggunaan AI dalam analisis data pendidikan, dan teknologi VR/AR untuk simulasi pembelajaran. Transformasi digital ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas pendidikan tetapi juga akan memperluas jangkauan pendidikan tinggi ke lebih banyak siswa, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil.
Di samping itu, universitas harus mempersiapkan mahasiswa untuk dunia kerja digital dengan menyediakan kurikulum yang mencakup keterampilan digital yang dibutuhkan di masa depan. Ini termasuk keterampilan dalam pemrograman, analisis data, dan teknologi informasi, yang semakin menjadi kebutuhan dasar di hampir semua sektor ekonomi. Dengan mempersiapkan mahasiswa dengan keterampilan digital yang kuat, pendidikan tinggi di Indonesia akan mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja global.
Pendidikan sebagai Kunci Menuju Generasi Emas 2045
Untuk mencapai visi Generasi Emas 2045, pendidikan di Indonesia harus berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kewirausahaan dan industri kreatif, serta mempromosikan ekonomi inklusif. Melalui kebijakan pendidikan yang inklusif, responsif, dan adaptif, serta pemanfaatan teknologi digital, kita dapat membangun sistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman dan mempersiapkan generasi muda untuk menjadi pemimpin masa depan yang kompeten dan inspiratif.
Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan sangat penting untuk memastikan bahwa lulusan perguruan tinggi memiliki keterampilan dan pengetahuan yang relevan, siap untuk menghadapi tantangan masa depan, dan berkontribusi secara signifikan terhadap pembangunan ekonomi Indonesia. Dengan strategi yang tepat, kita dapat memastikan bahwa pendidikan di Indonesia benar-benar menjadi kunci untuk mencapai Generasi Emas 2045.(*)





