Pembongkaran BBM di Dermaga APBN Cappa Ujung: Pemerhati Lingkungan Angkat Bicara

Ist. Sejumlah pegawai KSOP Parepare saat memantau Kapal Self-Propelled Oil Barge (SPOB) HT Cendana 88 yang mengangkut BBM milik PT Bintang Fajar Energy

PAREPARE, KILASSULAWESI–Pembongkaran bahan bakar minyak (BBM) di area dermaga APBN Cappa Ujung telah usai dilakukan. Namun, kondisi tersebut masih menuai sorotan dari pemerhati lingkungan. Saat ini, Kapal Self-Propelled Oil Barge (SPOB) HT Cendana 88 yang mengangkut BBM milik PT Bintang Fajar Energy masih sandar dan telah selesai melakukan pembongkaran di area pelabuhan Cappa Ujung.

Ketua LSM Lingkar Hijau, Iqbal Rahim Gani, meminta agar pembongkaran bahan berbahaya tidak dilakukan di area pelabuhan komersial. Ia menekankan bahwa pelabuhan tersebut bukanlah tempat yang sesuai untuk bongkar muat BBM karena tidak dilengkapi fasilitas yang memenuhi standar.

Bacaan Lainnya

“Sebelum pembongkaran, perlu diperjelas apakah BBM tersebut legal, dan menjadi pertanyaan besar kenapa tidak dilakukan di wilayah tujuan BBM, yakni Malili. Kalau tetap membongkar maka Lingkar Hijau akan melakukan aksi,” tegas Iqbal, Selasa, 21 Januari 2025.

Jika ada pembongkaran BBM di luar area dermaga milik Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Pertamina dan PLTD Suppa, menurut Iqbal, ini akan menjadi sejarah baru di Parepare. “Ini merupakan barang baru di Parepare, seharusnya ada koordinasi lebih dalam lagi dengan instansi pemerintah terkait,” imbuhnya.

Senior Supervisor Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, M. Romi Bachtiar, menegaskan bahwa angkutan Kapal Self-Propelled Oil Barge (SPOB) HT Cendana 88 tidak ada hubungannya dengan pihak Pertamina.

“Bisa jadi jika bahan bakar ini diperoleh dari pesaing Pertamina, dan jika diklaim berhubungan dengan Pertamina, akan kita kroscek lagi kebenarannya,” tegas M. Romi.

Romi menegaskan, kapal tanker yang mengangkut BBM dari refinery unit atau kilang minyak bisa berasal dari Balikpapan, Balongan, atau kilang lainnya. Apabila terafiliasi dengan Pertamina, maka akan bersandar di dermaga fuel terminal Parepare. “Jadi kami pastikan itu tidak terafiliasi dengan Pertamina,” singkatnya.

Kepala KSOP Kelas III Parepare, Shaiful Horry, menjelaskan bahwa kedatangan Kapal SPOB HT Cendana 88 di area dermaga APBN Cappa Ujung telah memenuhi sejumlah kriteria yang ada. “Mulai dari kelengkapan, perizinan, dan aturan SOP pembongkaran telah terpenuhi,” ujarnya.

Terkait kedatangan kapal SPOB HT Cendana 88 ke dermaga Cappa Ujung, Horry menyatakan bahwa kapal tersebut sudah sesuai alur tujuan. “Sekarang itu terpantau melalui aplikasi, jadi tidak sekedar sandar ke pelabuhan,” jelasnya. Aktivitas pembongkaran BBM juga sudah selesai dilakukan dengan mengikuti SOP.(*)

Pos terkait