Imbauan KSOP Tak Bertaji, Jalur Kapal Tetap Jadi Arena Renang Warga

Nampak kapal patroli pelabuhan yang mencegat warga yang berenang saat kapal sedang melintas

PAREPARE – Alur pelayaran menuju Pelabuhan Cappa Ujung kembali menuai sorotan. Bukan karena kapal yang sandar, melainkan ulah warga yang menjadikan jalur kapal sebagai arena berenang setiap pagi. Aksi ini dianggap membahayakan keselamatan dan mencerminkan rendahnya kesadaran publik terhadap aturan pelayaran.

Walau pihak KSOP Parepare kerap melayangkan imbauan agar warga tidak berenang di area alur pelayaran, kebiasaan itu tetap berlangsung. Bahkan, sesama warga kadang melontarkan sindiran pedas.

Bacaan Lainnya

“Kayaknya harus ditindak tegas, karena kalau cuma imbauan itu tak digubris,” ujar Andi penikmat Kopi di Warkop 588, Jumat, 24 April 2026, sebagai saksi mata yang menyaksikan warga berenang di tengah kapal pelayaran yang melintas.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah imbauan KSOP hanya sebatas formalitas tanpa efek jera? Sikap warga yang “cicil” berenang di jalur kapal seolah menantang otoritas pelabuhan. Tindakan ini bisa dianggap melanggar harga diri pelabuhan, karena fasilitas publik yang vital justru diperlakukan seperti kolam kampung.

Selain mengganggu operasional kapal, kebiasaan berenang di jalur pelayaran berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal. Kapal yang hendak sandar memiliki jarak pandang terbatas, sehingga keberadaan manusia di jalur pelayaran bisa berujung tragedi. Ironisnya, warga tetap menganggap aktivitas itu sebagai rutinitas pagi yang “biasa saja.”

Sebelumnya, Humas KSOP Parepare, Eko Parayetno, menyatakan komitmennya untuk segera menyikapi situasi yang berpotensi membahayakan ini. Langkah-langkah yang telah ditempuh berupa sosialisasi dan edukasi keselamatan pelayaran kepada masyarakat pesisir, dengan tujuan mencegah kecelakaan laut.

Menjaga kelancaran transportasi maritim serta melindungi jiwa manusia dan lingkungan maritim. Patroli rutin oleh petugas gabungan dari Syahbandar, Polairud, dan TNI AL untuk memantau aktivitas warga di sekitar alur pelayaran. Koordinasi lintas sektor, termasuk Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Polisi Air, perwakilan nelayan, dan komunitas pesisir, guna menyusun strategi bersama dalam mengatasi masalah ini.

Sorotan publik kini mengarah pada KSOP dan aparat terkait. Tanpa langkah nyata, alur pelayaran Parepare akan terus menjadi panggung “anomali” kapal bersandar, warga berenang, dan aturan hanya jadi hiasan. Publik menunggu apakah otoritas berani menegakkan disiplin, atau membiarkan pelabuhan kehilangan wibawa di mata masyarakat.(*)

 

Pos terkait