MAJENE – Ketua Komisi I DPRD Majene, Syaripuddin menghadiri kegiatan wisudawan wisudawati santri santriwati Tahfidz Qur an dirangkaikan dengan pelepasan siswa siswi SMP Islam serta MA pondok pesantren Miftahul Jihad tahun ajaran 2025-2026. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Tande Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene, Kamis 23 April 2026
Dalam kegiatan itu nampak terlihat suasana haru, ceriah dan penuh kebanggaan menyelimuti pelaksanaan wisuda santri Tahfidz Qur’an serta pelepasan siswa-siswi SMP Islam dan MA Pondok Pesantren Miftahul Jihad tahun ajaran 2025-2026. Rasa haru itu cukup menghiasi seluruh peserta tamu undangan. Baik santri itu sendiri uztad, ustadzah maupun orang tua/wali santri dan murid semakin mewarnai antusias penuh keakraban dan kekeluargaan bagi keluarga besar pondok pesantren Miftahul Jihad tersebut.
Ketua Komisi I DPRD Majene, Syaripuddin yang hadir menyaksikan langsung prosesi kegiatan itu mengatakan cukup bangga dan memberikan apresiasi tinggi kepada pihak pengelola pondok pesantren Miftahul Jihad Tande itu. Karena kegiatan wisudawan dan wisudawati ini menjadi momen penting dan istimewa bagi santri sebagai bukti telah berhasil menyelesaikan hafalan Al Qur’an serta menuntaskan pendidikan sesuai jenjang yang ada.
” Jadi saya secara pribadi maupun secara lembaga mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan ini. Mulai awal penerimaan santri, siswa siswi hingga memasuki tahapan pelepasan dan wisuda. Ini sebagai bukti nyata dukungan terhadap generasi Qurani di masa depan,” kata Syaripudin yang juga pernah jadi Kades Pamenggalan Kecamatan Sendana itu.
Lebih lanjut disampaikan, sebelum menjadi anggota DPRD Kabupaten Majene dan masih menjabat sebagai kepala desa ( Kades) Pamenggalan sudah rutin mengirim anak anak di wilayahnya untuk menjadi santri di pondok pesantren Miftahul Jihad tersebut.
” Artinya, kami warga desa pamenggalan dengan pondok pesantren Miftahul Jihad sudah lama bermitra untuk menjadikan anak anak kami sebagai generasi Qurani yang bisa bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat. Setiap tahun pelajaran kami sengaja mengutus 20 hingga 40 anak masuk pondok pesantren Miftahul Jihad,” tuturnya.
Sehingga kehadirannya dalam prosesi kegiatan wisuda santri ini bukan sekedar hadir menyaksikan, tetapi lebih penting daripada itu memberikan dukungan penuh agar kemitraan yang selama ini sudah terbangun dan terjalin dengan baik bisa dipertahankan dan bahkan lebih ditingkatkan lagi.
Alasannya, karena ini sangat bermanfaat sekali dalam kelangsungan syiar Islam di tengah masyarakat. Contohnya, santri yang telah melewati jenjang wisuda dan kembali ke kampung halaman sudah sangat bisa dan mampu menjadi Khotib, membawakan khutbah saat hari Jumat dan bahkan kegiatan syiar Islam lainnya. Semua ini menjadi prestasi gemilang diperoleh selama mondok dengan penuh kesungguhan dan kesabaran dalam menimba ilmu agama Islam.
” Sehingga prestasi yang dicapai ini menjadi kebanggaan kami tersendiri bagi warga Pamenggalan. Karena itu, diharapkan pula bisa menjadi agen perubahan yang lebih baik di kalangan masyarakat,” pungkasnya.
Hadir dalam acara wisuda ini pimpinan pondok pesantren Miftahul Jihad beserta ustadz ustadzah, Kakankemenag Provinsi Sulbar, Wakil Bupati Majene, Kakankemenag Majene, Ketua komisi I DPRD Majene serta sejumlah pejabat terkait lainnya. (Ahp)






