JAKARTA, KILASSULAWESI– Pada tanggal 20 Februari 2025, sebanyak 24 pasangan kepala daerah terpilih di Sulawesi Selatan akan dilantik. Pelantikan ini akan menggabungkan kepala daerah terpilih yang tidak memiliki sengketa dan mereka yang telah mendapat putusan dismissal dari Mahkamah Konstitusi.
Kementerian Dalam Negeri telah memastikan bahwa pelantikan kepala daerah oleh Presiden Prabowo Subianto akan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyatakan pelantikan tetap dilakukan di Jakarta karena belum ada peraturan presiden mengenai pemindahan pusat pemerintahan ke Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur.
Bima Arya juga menegaskan bahwa teknis dan aturan pelantikan kepala daerah oleh presiden akan selesai pada akhir Februari 2025. Regulasi ini mencakup aturan pelantikan kepala daerah terpilih periode 2024-2029 secara serentak. Kementerian Dalam Negeri telah mengirimkan draf regulasi pelantikan tersebut ke Kementerian Sekretariat Negara. Peraturan presiden ini akan disahkan dan diterbitkan langsung oleh Presiden Prabowo sebelum jadwal pelantikan.
Peraturan presiden tersebut juga akan mencakup pelantikan bupati dan wali kota oleh presiden. Kewenangan presiden untuk melantik bupati dan wali kota secara serentak diatur dalam Pasal 164B Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Bunyi pasal tersebut adalah: “Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan dapat melantik Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota secara serentak.”
Kemendagri saat ini sedang menjalin komunikasi intensif dengan beberapa instansi untuk mempersiapkan agenda pelantikan kepala daerah secara serentak tersebut, termasuk dengan Kemensetneg dan Istana Kepresidenan.(*)
Daftar kepala daerah terpilih di Sulsel yang akan dilantik:
Gubernur Sulawesi Selatan
– Andi Sudirman Sulaiman – Fatmawati Rusdi (3.014.255 suara)
Wali Kota dan Bupati
– Kota Makassar: Munafri Arifuddin – Aliyah Mustika (319.112 suara)
– Gowa: Husniah Talenrang – Darmawangsyah Muin (225.429 suara)
– Bantaeng: Muhammad Fathul Fauzy Nurdin – Sahabuddin (69.036 suara)
– Sinjai: Ratnawati Arif – Andi Mahyanto (64.735 suara)
– Bone: Andi Asman Sulaiman – Andi Akmal Pasluddin (199.954 suara)
– Wajo: Andi Rosman – Baso Rahmanuddin (130.061 suara)
– Soppeng: Suwardi Haseng – Selle Ks Dalle (80.266 suara)
– Maros: Chaidir Syam – A Muetazim Mansyur (121.892 suara)
– Barru: Andi Ina Kartika Sari – Abustan (47.765 suara)
– Sidrap: Syaharuddin Alrif – Nurkanaah (113.390 suara)
– Enrekang: Yusuf Ritangnga – Andi Tenri Liwang La Tinro (75.638 suara)
– Tana Toraja: Zadrak Tombeg – Erianto Laso’ Paundanan (83.076 suara)
– Luwu: Patahuddin – Muhammad Dhevy Bijak (97.775 suara)
– Luwu Utara: A. Abdullah Rahim – Jumail Mappile (73.716 suara)
– Luwu Timur: Irwan Bachri Syam – Puspawati Husler (88.748 suara)
– Kota Parepare: Tasming Hamid – Hermanto (38.423 suara) – Pangkajene Kepulauan:Muhammad Yusran Lalogau – Rahman Assagaf (105.497 suara) – Pinrang: Andi Irwan Hamid – Sudirman Bungi (102.723 suara)
– Takalar: Mohammad Firdaus Daeng Manye – Hengky Yasin (111.290 suara)
– Toraja Utara: Frederik Victor Palimbong – Andrew Branch Silambi (68.422 suara)
– Kepulauan Selayar: Muh Natsir Ali – Muhtar (42.505 suara)
– Bulukumba: Andi Muchtar Ali Yusuf – A Edy Manaf (141.604 suara)






