MAGELANG, KILASSULAWESI– Pada hari kelima retreat kepala daerah di Akademi Militer, Lembah Tidar Magelang, Selasa, 25 Februari 2025, Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), DR Muhammad Yusran Lalogau, berbagi pengalamannya kepada Kilassulawesi.com, malam ini.
Dalam sesi istirahatnya, beliau mengaku banyak hal yang diperoleh selama mengikuti kegiatan tersebut. Bupati Pangkep menjelaskan bahwa berbagai agenda pemantapan manajemen kepemimpinan serta pengambilan kebijakan yang selaras dengan pemerintah pusat telah dilaksanakan.
Para kepala daerah menerima berbagai sesi pemaparan dari sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara. “Salah satu yang menarik hari ini adalah terkait anggaran untuk program stunting, dimana setiap kepala daerah harus menganggarkannya. Banyak daerah ternyata belum menganggarkan,” ujarnya.

Untuk agenda hari ini mencakup pemaparan Asta Cita Keempat, yang fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains dan teknologi, pendidikan, kesehatan, olahraga, serta kesetaraan gender. Materi disampaikan oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
Selain itu, pemaparan Asta Cita Kelima yang fokus pada hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri. Materi ini disampaikan oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Pemaparan Asta Cita Keenam membahas strategi pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan dengan membangun dari desa dan dari bawah. Materi disampaikan oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Desa Yandri Susanto, serta Menteri UMKM Maman Abdurrahman.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga hadir memberikan materi terkait kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan efisiensi anggaran ini bukan hanya terjadi di pemerintah pusat, tetapi sejumlah pos anggaran di pemerintah daerah juga ikut terkena pemangkasan.
Oleh sebab itu, kepala daerah yang baru dilantik diminta menyesuaikan kinerjanya dengan kebijakan tersebut. Kepala daerah juga harus menyesuaikan kebijakan efisiensi anggaran dalam penyusunan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Bupati Pangkep kembali menegaskan bahwa agenda di Magelang memiliki peran penting dalam mempererat ikatan emosional antar kepala daerah serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah pusat dalam pembangunan daerah.

Dengan semangat yang tinggi, dirinya berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama retreat ini dapat menjadi dasar dalam merancang kebijakan yang lebih baik demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pangkep.(*)






