Menekraf Teuku Riefky Harsya Dorong Pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif di Retret Kepala Daerah

MAGELANG, KILASSULAWESI- Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf), Teuku Riefky Harsya, hadir sebagai pembicara dalam agenda Retret Kepala Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Menekraf Riefky mendorong para kepala daerah untuk segera membentuk Dinas Ekonomi Kreatif di wilayah masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Kepala daerah memiliki peran sentral dalam membentuk Dinas Ekonomi Kreatif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja berkualitas,” ujarnya.

Menekraf Riefky menegaskan bahwa ekonomi kreatif adalah pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Dia juga menyoroti visi pemerintahan Prabowo-Gibran, “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu prioritas dalam Asta Cita.

“Ekonomi kreatif adalah kunci dalam menggerakkan perekonomian nasional dari tingkat daerah. Menuju Indonesia Emas 2045, ekonomi kreatif menjadi prioritas dalam menciptakan kemandirian bangsa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Menekraf Riefky memaparkan potensi besar sektor ekonomi kreatif dalam meningkatkan pendapatan daerah dan membuka peluang kerja berkualitas. Pemerintah telah menetapkan target peningkatan kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan pendapatan daerah.

“Kementerian Ekonomi Kreatif memiliki 17 subsektor prioritas, seperti kuliner, kriya, fashion, hingga seni rupa. Kita harus memanfaatkan potensi ini untuk meningkatkan pendapatan daerah dan menciptakan lapangan kerja berkualitas,” tegasnya.

Menekraf Riefky juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Konsep Hexahelix, yang melibatkan pemerintah, lembaga keuangan, media, akademisi, asosiasi, dan sektor bisnis, disebutnya sebagai strategi utama dalam membangun industri ekonomi kreatif yang berdaya saing global.

“Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga keuangan, media, akademisi, asosiasi, dan sektor bisnis, sangat penting untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang berdaya saing global,” tambahnya.

Retret Magelang yang berlangsung sejak 21 hingga 28 Februari 2025 ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman kepala daerah mengenai tugas, fungsi, dan wewenang mereka, serta menyelaraskan kebijakan daerah dengan visi pembangunan nasional.

Selain membahas ekonomi kreatif, Retret Magelang juga memperdalam pemahaman peserta mengenai Asta Cita, lima prinsip dasar dalam membangun negara yang kuat dan sejahtera.

Menekraf Riefky didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi dan Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Dessy Ruhati. Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga turut hadir dalam acara tersebut.(*)

Pos terkait