PAREPARE, KILASSULAWESI–Pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) X DPC II Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Parepare berlangsung dengan meriah dan penuh dukungan dari sejumlah tokoh penting.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Parepare, H Hermanto, Ketua DPRD Kota Parepare, H Kaharuddin Kadir, Ketua Hiswana Migas DPD VII Wilayah Sulawesi, Muhammad Hasbidin dan Ketua DPC II Hiswana Migas Parepare, H Syamsu Alang Sattung.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fanda Chrismianto, juga turut hadir bersama rombongannya, termasuk para Ketua DPC II, pimpinan perbankan, dan anggota DPC II Hiswana Migas Parepare.

Ketua Panitia Muscab, H Amiruddin Rahman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pengurus DPC atas dukungan dan partisipasinya dalam menyukseskan acara yang diikuti oleh 150 peserta dan berlangsung selama dua hari.
DPC II Hiswana Migas Parepare memiliki wilayah kerja yang meliputi Wajo, Soppeng, Sidrap, Enrekang, Pinrang, dan Barru. Dengan jumlah anggotanya yang mencapai sekitar ratusan orang, organisasi ini terdiri dari 73 pengusaha SPBU, 43 Agen LPG, 4 pengisian LPG, 4 LPG Non Subsidi, 1 Aspal dari PT Bumi Sarana Utama, 5 SPBE, dan 5 transportir. Dimana Hiswana Migas Parepare berperan penting dalam distribusi energi di wilayah tersebut.
Ketua DPC II Hiswana Migas Parepare, H Syamsu Alang Sattung, menekankan pentingnya kesadaran akan teknologi bagi para anggota Hiswana Migas. “Hiswana Migas adalah garda terdepan Pertamina yang harus melek akan teknologi,” ujarnya.
Dalam Muscab ini, terdapat empat kandidat yang akan bertarung untuk posisi ketua, yakni H Mistang, H Ibrahim Mukti, H Agang Sattung, dan H Satir. Keempat figur ini memiliki kapabilitas dan pengalaman luar biasa untuk menggerakkan infrastruktur organisasi.

H Syamsu pun berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik dan menekankan pentingnya kesinambungan dan kemajuan organisasi. Setelah menjabat selama 10 tahun, beliau mengumumkan bahwa dirinya akan segera demisioner sesuai aturan.
Ketua Hiswana Migas DPD VII Wilayah Sulawesi, Muhammad Hasbidin, menekankan bahwa masa jabatan ketua sesuai aturan memang hanya dua periode. Ia pun menyampaikan, jelang Musyawarah Wilayah ada dua nama yang mencuat salah satunya adalah H Syamsu Alang Sattung.
Namun, saat ini tersisa Muscab Palopo dan Sulbar yang dinantikan juga berlangsubg sebelum pelaksanaan Musyawarah Wilayah. Beliau juga mengingatkan pentingnya penyesuaian dengan perkembangan teknologi dan kerjasama erat dengan pemerintah untuk kemajuan Hiswana Migas.
Selain itu, Hasbidin mengingatkan para pengusaha SPBU yang belum mengikuti program waypass agar segera bergabung dan menyelesaikan semua persyaratan sebelum tenggat waktu.
“Paling lambat bulan Juli sudah harus 100 persen, sangat urgent adalah tipologi dan Parepare baru 3 SPBU yang menerapkannya. Mohon kepada ketua terpilih dapat memfokuskan ke tipologi dan memastikan semuanya pass,” ujarnya.
Harapan dari Pertamina dan Pemkot Parepare
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fanda Chrismianto, dalam sambutannya menyoroti pentingnya program tepat sasaran dalam penugasan Pertamina. “Isu tepat sasaran sangat intens berjalan dalam lima tahun terakhir, dan Pertamina fokus dalam pelaksanaannya,” katanya.
Fanda juga menekankan bahwa pelaksanaan program tepat sasaran dapat mengurangi kerawanan di lapangan dan memastikan bahwa anggaran yang ada dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat seperti kesehatan.
Wakil Wali Kota Parepare, H Hermanto, dalam sambutannya sekaligus membuka Muscab X DPC II Hiswana Migas Parepare, menyoroti tantangan distribusi energi. Beliau mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi inovatif guna meningkatkan efisiensi distribusi energi di daerah.
“Kebutuhan energi untuk masyarakat harus mudah diakses, seperti gas, elpiji, serta BBM, karena energi tersebut sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat kita,” ungkapnya.
Kelancaran distribusi BBM dan LPG sering kali menghadapi berbagai kendala, baik dari sisi infrastruktur, logistik, hingga kebijakan yang memerlukan koordinasi lebih lanjut antara pemerintah daerah, Hiswana Migas, dan pihak terkait lainnya.
Hermanto menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memastikan pasokan energi tetap lancar, merata, dan dapat diakses dengan harga yang wajar.
Acara Muscab ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan penting untuk kemajuan Hiswana Migas Parepare dan memastikan distribusi energi yang lebih baik di wilayah tersebut. Fanda Chrismianto menambahkan bahwa dari empat kandidat yang ada, siapapun yang terpilih harus siap menjalankan tanggung jawab besar dan berkolaborasi dengan seluruh stakeholder di daerah.(*)






