MAKASSAR- Masjid Al-Markaz Al-Islami, salah satu simbol kebanggaan umat Islam di Makassar, kembali menjadi tempat pertemuan antara ilmu pengetahuan dan spiritualitas. Pada kesempatan kali ini, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.D., Ph.D., menyampaikan ceramah inspiratif tentang mukjizat puasa yang ditinjau dari sudut pandang neurosains.
Di hadapan ratusan jamaah yang memenuhi ruang utama masjid, Prof. Taruna menjelaskan betapa besar manfaat puasa, tidak hanya sebagai ibadah spiritual, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kesehatan otak dan tubuh manusia. Ia menekankan bahwa berdasarkan penelitian ilmiah, puasa dapat merangsang produksi brain-derived neurotrophic factor (BDNF), sebuah protein penting yang berperan dalam regenerasi sel otak dan peningkatan fungsi kognitif.
“Puasa bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga memberikan dampak luar biasa pada sistem saraf kita,” ungkap Prof. Taruna. Ia juga menambahkan, “Ketika kita berpuasa, tubuh memasuki fase ketogenesis, yaitu ketika lemak diubah menjadi energi. Hal ini tidak hanya mengurangi stres oksidatif, tetapi juga memperbaiki fungsi otak secara signifikan.”
Penjelasan ini semakin memperkaya pemahaman jamaah tentang pentingnya puasa, sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 dan 184, yang tidak hanya menegaskan kewajiban puasa tetapi juga hikmah di baliknya. Prof. Taruna menuturkan bahwa dari perspektif neurosains, puasa membantu memperkuat self-control, meningkatkan neuroplasticity, dan mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Acara ini mendapat respons positif dari masyarakat, yang mengaku semakin termotivasi untuk menjalankan puasa dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran. Seorang jamaah bahkan berkomentar, “Penjelasan Prof. Taruna sangat membuka wawasan. Kini saya memahami bahwa setiap perintah Allah selalu membawa manfaat, tidak hanya secara spiritual tetapi juga fisik dan mental.”
Masjid Al-Markaz Al-Islami, yang dikenal sebagai ikon dakwah berbasis ilmu pengetahuan di Makassar, terus memperkuat komitmennya untuk menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif. Kehadiran Prof. Taruna menjadi bukti nyata bahwa Islam dan sains saling mendukung dalam memberikan solusi terbaik bagi kehidupan manusia.
Di penghujung acara, Prof. Taruna menyampaikan pesan yang menggugah, “Jadikan puasa sebagai momentum untuk membangun ketahanan mental dan spiritual. Dengan memahami manfaatnya secara ilmiah, kita semakin yakin bahwa perintah Allah selalu membawa kebaikan.”
Dengan antusiasme masyarakat yang begitu besar, ceramah ini telah membuktikan bahwa puasa tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga sebuah perjalanan menuju kesehatan yang lebih baik dan peningkatan ketakwaan.(*)






