PANGKEP- Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL) menunjukkan komitmennya terhadap stabilitas pangan dengan turut serta dalam gerakan tanam padi serentak nasional. Bersama jajaran Forkopimda, OPD, serta TNI dan Polri, MYL menanam padi di Kampung Ujung, Kecamatan Ma’rang, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan tanam padi serentak yang mencakup 14 provinsi, sebuah inisiatif yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto. Meskipun acara puncaknya dipusatkan di Sumatra melalui daring, semangat kolaborasi pusat dan daerah terasa nyata di seluruh tanah air.
Menurut MYL, musim tanam kedua tahun ini diharapkan menghasilkan produksi yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Ia juga mengapresiasi ketersediaan pupuk yang mendukung produktivitas petani. “Saat panen, harga gabah meningkat menjadi Rp6.500, membuat semangat petani semakin besar untuk musim tanam kedua ini,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian Pangkep, Andi Sadda, menjelaskan bahwa gerakan tanam padi serentak tahun ini menargetkan lahan seluas 14 ribu hektar di wilayah Pangkep. Jenis varietas yang digunakan adalah Infari dan Mekongga, dengan dukungan benih dari pemerintah pusat dan provinsi.
Andi Sadda juga menyebut antusiasme petani yang meningkat signifikan di tahun 2025, berkat jaminan harga gabah yang stabil dari pemerintah. “Hasil panen pertama bahkan sudah terserap seluruhnya oleh program swasembada pangan yang menjadi prioritas nasional,” tambahnya.
Gerakan tanam padi serentak ini tak hanya menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan, tetapi juga simbol kerja sama erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan di sektor pertanian.(*)






