Ketua DPRD Bone ‘Mappalisu Sumange’, Pertama Kalinya Tarian Sere Bissu Ditampilkan di Paripurna HJB ke 695

BONE–Ritual adat yang yang identik dengan para Bissu, beberapa tahun terakhir mulai jarang dilihat.

Para Bissu yang kerap menampilkan tarian Sere Bissu di perayaan Hari Jadi Bone utamanya di ritual Mattompang Arajang, mulai tidak terlihat.

Peran mereka diambil alih oleh dewan adat. Hingga kemudian, Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong tampil mengingatkan semua bahwa adat Bone tidak bisa dihilangkan.

Politisi Partai Gerindra yang juga merupakan keturunan bangsawan raja ini, menjadi inisiator, mengundang para Bissu menampilkan tarian Sere Bissu di Paripurna DPRD Bone Hari Jadi Bone (HJB) ke 695.

Politisi Partai Gerindra ini mengaku budaya Bone harus dijaga dan dilestarikan.

“Tari Sere Bissu ini jarang ditampilkan dan pernah tidak dilibatkan di momen HJB, makanya saya mengundang mereka untuk menampilkan Performa terbaik dan menunjukkan kalau Bone itu kaya akan budaya, ” ungkapnya.

Selain tarian Sere Bissu, Andi Tenri Walinonong juga menampilkan hal yang berbeda dari paripurna HJB tahun ini, dengan memberikan penghargaan kepada Anggota DPRD Bone dengan pengabdian terlama dan Anggota DPRD yang rajin menghadiri rapat.

Para Bissu sendiri mengaku terharu dan berterima kasih kepada Ketua DPRD Bone karena masih menjaga tradisi dan budaya serta ada istiadat tanah Bone.

“Alhamdulillah, ketua DPRD Bone ‘Mappasitemmu Ininnawa Bone ri Madecengnge’,” kata ketua Komunitas Bissu Bone, Rahmatullah Ancu.

Ia mengatakan tari sere bissu maggiri adalah sebuah tarian yang menceritakan tentang ungkapan rasa syukur kepada Allah. Tari Sere Bissu Maggiri biasanya dipentaskan pada acara-acara seperti Hari Jadi sebuah kabupaten, penyambutan tamu, atau menjadi pelengkap upacara adat tertentu.

“Tarian sere bissu semacam ungkapan rasa syukur kepada kehadirat dewata’  Allah Yang Maha Kuasa. Sekaligus ritual doa-doa agar diberi anugerah, rahmat serta keselamatan masyarakat Bone pada khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya,” jelasnya.

Puang Matoa Ancu sapaan akrabnya mengaku sangat bangga bisa dilibatkan dalam Rapat Paripurna peringatan HJB. Ia berharap kesenian tradisional kabupaten Bone ini bisa terus dilestarikan dan dapat dipentaskan saat ada kegiatan di pemerintahan.

*

Pos terkait