JAKARTA– Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menegaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) bukan ancaman bagi manusia, melainkan peluang strategis untuk mendorong Indonesia menjadi pemain utama dalam ekonomi kreatif global. Pesan ini disampaikan Irene dalam Kick Off Semesta AI 2025 di Menara Thamrin, disebuah ajang kolaboratif yang digagas Lintasarta bersama NVIDIA Inception.
“Indonesia punya sumber kreativitas dan talenta yang luar biasa. AI tidak akan menggantikan manusia, karena manusia mampu belajar teknologi. Sekarang waktunya bergerak cepat dan membentuk AI yang berpihak pada manusia,” ujar Irene di hadapan peserta yang berasal dari berbagai latar teknologi dan ekonomi kreatif, kemarin.
Ajang ini menjadi titik tolak lahirnya Gerakan AI Merdeka, sebuah ekosistem akselerasi startup berbasis AI melalui tiga program utama: Laskar AI, AI Use Case, dan Semesta AI sendiri. Dari 155 pendaftar, sebanyak 20 startup terbaik berkesempatan mengikuti mentoring intensif bersama Lintasarta. Sementara 30 lainnya mendapat pendampingan teknis demi penguatan solusi digital.
Wamen Ekraf menekankan pentingnya mengarahkan AI sebagai engine of growth yang bukan hanya menghasilkan produk, tetapi menciptakan dampak nyata untuk sektor ekonomi kreatif. Baginya, AI adalah alat untuk meningkatkan efisiensi, memperluas daya saing global, dan memantik kreativitas masyarakat digital.
“Lewat AI, kita ciptakan solusi berbasis teknologi, bukan sekadar produk. Kita arahkan ekonomi kreatif Indonesia agar bisa menembus pasar global,” tambah Irene dalam sesi keynote-nya.
President Director & CEO Lintasarta, Bayu Hanantasena, menyebut Semesta AI bukan hanya soal akselerasi teknologi, melainkan perwujudan visi besar menuju ekosistem AI yang inklusif, berdaulat, dan berdampak. Sebagai AI Factory dalam naungan IOH Group, Lintasarta membuka akses bagi para startup menuju AI Infrastructure Nvidia serta jaringan 2.300 mitra korporasi di seluruh Indonesia.
“Kita tak hanya butuh teknologi dan infrastruktur, tapi ekosistem dan kolaborasi. Gerakan AI Merdeka adalah komitmen kami mendukung masa depan ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Bayu.
Semesta AI 2025 diharapkan tak sekadar melahirkan solusi, tapi juga membentuk manusia-manusia kreatif yang mampu menyelaraskan teknologi dengan nilai-nilai lokal, kolaborasi, dan daya saing komunitas. AI diposisikan sebagai instrumen untuk membentuk generasi emas yang tak hanya cakap digital, tetapi juga berjiwa solutif.(*)






