PT Semen Tonasa Tunjuk Direksi Baru, Dua Mantan Calon Bupati Gagal Duduki Kursi Komisaris

JAKARTA– Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Semen Tonasa yang digelar di Jakarta menetapkan susunan direksi dan dewan komisaris baru untuk periode mendatang. Keputusan ini menarik perhatian publik, terutama karena dua nama yang terpilih sebagai komisaris berasal dari arena politik lokal yakni Andi Rio Idris Padjalangi dan Andi Nusawarta, dua mantan calon bupati yang gagal dalam Pilkada serentak 2024 di Bone dan Pangkep.

Dalam hasil RUPS yang beredar di media sosial, PT Semen Tonasa menetapkan tiga nama sebagai direksi baru:

Bacaan Lainnya

– Direktur Utama: Anis
Masa jabatan hingga RUPS Tahunan 2027

– Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum: Sulaiha Muhyiddin
Masa jabatan hingga RUPS Tahunan 2030

– Direktur Produksi: Moch. Alfin Zaini
Masa jabatan hingga RUPS Tahunan 2027

Ketiganya diangkat dengan masa jabatan yang dapat ditinjau kembali oleh RUPS sewaktu-waktu sesuai ketentuan perusahaan. Yang paling menyita perhatian adalah penunjukan dua tokoh politik lokal sebagai bagian dari Dewan Komisaris:

– Komisaris Utama: Andi Rio Idris Padjalangi
– Komisaris Independen: Andi Nusawarta

Keduanya akan menjabat hingga RUPS Tahunan tahun 2030, dengan tetap mengacu pada hak RUPS untuk memberhentikan sewaktu-waktu.

Penunjukan ini memunculkan beragam respons publik, mengingat keduanya merupakan mantan calon kepala daerah yang gagal dalam Pilkada 2024. Andi Rio sebelumnya bertarung di Bone, sementara Andi Nusawarta maju di Pangkep.

Masuknya figur politik ke jajaran komisaris BUMN kembali memunculkan perdebatan lama, apakah ini bentuk penghargaan atas kontribusi politik, atau sekadar akomodasi pasca Pilkada?

“Kami berharap jajaran komisaris baru mampu membawa Semen Tonasa lebih berdaya saing, bukan sekadar menjadi tempat parkir politik,” ujar salah satu aktivis pemuda Pangkep yang enggan disebutkan namanya.

Direktur Utama PT Semen Tonasa yang baru, Anis, dikutip dari laman Gartonnews membenarkan bahwa dirinya telah diberikan amanah untuk memimpin perusahaan persemenan milik negara yang berbasis di Sulawesi Selatan tersebut. “Kami berharap dukungan semua pihak dan stakeholder, karena ke depan tantangan masih sangat besar untuk pengembangan,” ujar Anis.

Ia juga menegaskan bahwa pergantian pengurus dilakukan melalui Keputusan Pemegang Saham sebagai pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB). “Benar, telah dilakukan pergantian pengurus melalui Keputusan Pemegang Saham sebagai pengganti RUPS-LB,” ujarnya.

Anis menyampaikan apresiasi kepada pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan, serta penghargaan kepada jajaran pengurus sebelumnya. “Terima kasih kepada pemegang saham atas kepercayaan ini. Kami juga mengapresiasi dedikasi tinggi jajaran direksi dan komisaris sebelumnya dalam memajukan perusahaan,” singkatnya.

Sebagai produsen semen terbesar di Kawasan Timur Indonesia, PT Semen Tonasa memiliki peran vital dalam pembangunan infrastruktur dan ekonomi regional. Perubahan struktur kepemimpinan diharapkan mampu memperkuat tata kelola perusahaan dan memperluas dampak sosialnya di Sulawesi Selatan.(*)

 

Pos terkait