MAKASSAR — Sebanyak 2.000 alumni lintas angkatan SMA Negeri 1 (SMANSA) Makassar memulai perjalanan bersejarah menuju Temu Nasional (Tenas) IV IKA SMANSA 2025 di Yogyakarta. Mereka bertolak dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar menggunakan Kapal Motor (KM) Nggapulu milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), Selasa siang pukul 11.15 Wita.
Sejak pagi, suasana pelabuhan dipenuhi semangat nostalgia dan kebersamaan. Para alumni mengenakan kostum seragam khas angkatan masing-masing, menciptakan pemandangan penuh warna dan cerita. Mereka tampak antusias dan tertib saat melakukan registrasi tiket, menunggu giliran naik ke kapal, hingga menempati kabin sesuai nomor tempat tidur yang tertera.
Dari ribuan peserta, angkatan 1982 menjadi rombongan terbanyak. Dengan seragam biru tua berlogo “SMANSA 82”, mereka tampil kompak dan solid. Rombongan ini dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Pemberangkatan, Syarifuddin Kulawu, bersama Sekretaris Panitia, Muhammad Ansharullah Amin. Turut serta pula Sekretaris Umum IKA SMANSA 82, Supriadi Rahman, dan Bendahara Umum, Muhammad Islamsyah Razak.
Seluruh proses keberangkatan berjalan lancar berkat koordinasi apik antara petugas PT Pelni Cabang Makassar, kru KM Nggapulu, dan personel Polres Pelabuhan Makassar. Mereka sigap melayani dan memastikan kenyamanan para alumni yang datang dari berbagai angkatan.
Meski tanpa seremoni resmi, suasana pelepasan tetap hangat dan penuh makna. Ketua Harian IKA SMANSA Makassar, Ir. Hj. A. Laksmiwaty, M.Si, turut hadir menyapa para alumni, berkeliling di tengah keramaian dan memberikan semangat.
KM Nggapulu dijadwalkan tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada Kamis pagi, 4 September 2025. Dari sana, rombongan akan melanjutkan perjalanan darat menuju Yogyakarta untuk mengikuti rangkaian acara Tenas IV yang digelar Sabtu, 6 September 2025. Acara akan berlangsung di dua lokasi ikonik, Malioboro pada pagi hari dan Candi Prambanan pada malam harinya.
Tenas IV bukan sekadar reuni, tetapi momentum memperkuat jejaring alumni, membangun kolaborasi lintas generasi, dan meneguhkan peran SMANSA Makassar sebagai kawah candradimuka para pemimpin dan pemikir bangsa.(*)






