BARRU— Setelah sempat mengalami kelangkaan pasokan BioSolar selama tiga hari berturut-turut, SPBU 7490704 Siawung di Kabupaten Barru kini kembali beroperasi dan melayani nelayan. Kabar ini disambut dengan rasa lega oleh para nelayan yang sebelumnya mengeluhkan terhentinya suplai bahan bakar bersubsidi sejak 26 hingga 28 Agustus 2025.
Ketua Hiswana Migas Parepare, H. Ibrahim Mukti, menjelaskan bahwa SPBU tersebut merupakan SPBU reguler yang melayani nelayan dengan surat rekomendasi resmi. Namun, penyesuaian kuota yang dilakukan sejak awal Agustus menjadi penyebab utama berkurangnya suplai.
Dari data penyaluran bulanan menunjukkan tren peningkatan dari Januari hingga Juli, namun Agustus justru turun, meski musim tangkap ikan sedang membaik.
Hiswana Migas telah menyusun dua skenario penyaluran:
1. Menyalurkan sesuai sisa kuota, namun berisiko tidak mencukupi kebutuhan nelayan.
2. Menyalurkan sesuai rata-rata normal bulanan, tetapi kuota akan habis pada akhir September.
Sebagai langkah advokasi, surat rekomendasi dari Bupati Barru telah diajukan kepada Kepala BPH Migas pada 29 Agustus 2025, meminta penambahan kuota Solar JBT untuk SPBU 7490704.
“Kami juga telah mengarahkan SPBU untuk tetap melayani nelayan sesuai rata-rata normal harian, sambil menunggu keputusan BPH Migas,” tambah Ibrahim.
Dalam kesempatan yang sama, Ibrahim menyampaikan harapannya agar pelayanan kepada nelayan tetap menjadi prioritas, meskipun terdapat temuan pelanggaran di sejumlah SPBU.
“Memang ada beberapa SPBU yang diketahui menyalahi aturan dalam penyaluran BBM. Namun kami berharap agar tetap terbuka dalam memberikan layanan kepada nelayan, mengingat kebutuhan mereka sangat mendesak,” ujarnya.
Kini, SPBU Siawung telah kembali menyalurkan BioSolar dan membuka layanan bagi nelayan. Suasana di lapangan pun mulai kondusif, dengan nelayan menyambut baik langkah tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sinkronisasi antara kebijakan distribusi dan kebutuhan riil masyarakat pesisir, khususnya nelayan yang menggantungkan hidup pada akses energi bersubsidi.(*)






