Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Parepare di ajang Putra Putri Pariwisata Sulawesi Selatan 2025.
PAREPARE– Kota Parepare kembali menorehkan prestasi membanggakan. Ihtisyam Nur Haazimah Ikhwan, putri dari pasangan Muhammad Ikhwan dan Nuraeni Galib, berhasil meraih gelar Runner Up I Putri Pariwisata Sulawesi Selatan 2025 sekaligus menyabet predikat Favorit Umum IV Putra Putri Pariwisata Sulsel 2025 dalam ajang bergengsi kategori Pra Remaja.
Ajang ini berlangsung dengan masa karantina pada 16–18 Desember 2025 dan ditutup dengan grand final penuh gemerlap pada 19 Desember 2025. Ihtisyam mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian yang diraihnya. “Merasa senang dan bangga sama diri sendiri sehingga bisa sampai di titik ini,” ujarnya kepada sejumlah awak media.
Mewakili Kota Parepare, ia tampil percaya diri dengan membawa identitas kota kelahirannya yang sarat sejarah dan budaya. Saat disinggung mengenai Parepare, menurut Ihtisyam, keunikan daerahnya yang layak dipromosikan adalah sebagai kota kelahiran B.J. Habibie, ikon nasional yang mendunia.
Kota Niaga, pusat pergerakan ekonomi kreatif. Kebun Raya Jompie, rumah konservasi tanaman obat dan etnobotani yang menjadi kebanggaan warga. Selama karantina, ia memperkenalkan UMKM khas Parepare, termasuk kue bolu cukke, sebagai wujud nyata dukungan terhadap ekonomi kreatif lokal.
Ihtisyam menegaskan bahwa dorongan terbesar datang dari keluarga dan teman dekat. Dukungan moral ini menjadi energi untuk tampil maksimal di panggung. Jika diberi kesempatan, Ihtisyam ingin mengajak generasi muda Parepare menerapkan 7 Sapta Pesona Pariwisata yakni Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan.
Baginya, Sapta Pesona bukan sekadar slogan, melainkan fondasi untuk menjadikan Parepare sebagai destinasi unggulan Sulawesi Selatan. Budaya lokal Bugis-Makassar disebutnya sebagai kekuatan utama pariwisata Parepare. “Dengan adanya budaya lokal dan beragam pesona yang sangat menarik, mampu memikat hati para wisatawan,” jelasnya.
Ihtisyam menekankan pentingnya peran anak muda dalam memajukan pariwisata. Mempromosikan destinasi melalui media sosial. Mengangkat produk ekonomi kreatif lokal. Berpartisipasi aktif dalam ajang pariwisata tahunan.
Sebagai Runner Up I, Ihtisyam berharap lomba ini menjadi momentum untuk mempertahankan dan mengembangkan nilai budaya dalam pariwisata. “Saya ingin menginspirasi generasi muda agar lebih mencintai dan mempromosikan kota Parepare melalui sosial media, sekaligus ikut berpartisipasi dalam lomba Putra Putri Pariwisata selanjutnya,” katanya.
Pesannya kepada wisatawan bila Parepare dijadikan ikon wisata Sulsel. “Terapkan Sapta Pesona dengan menjaga keamanan, kebersihan, agar tetap sejuk dan jadi kenangan,” tutupnya.
Dengan prestasi ini, Parepare bukan hanya dikenal sebagai kota niaga dan kota Habibie, tetapi juga sebagai kota yang melahirkan generasi muda berprestasi yang siap mengangkat pariwisata Sulawesi Selatan ke panggung nasional.(*)





