ENREKANG – Jejak langkah penuh berkah kembali terukir. Pertemuan AG.Prof.Dr.K.H.M. Faried Wadjedy, M.A selaku Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso bersama alumni DDI di Kabupaten Enrekang menjadi momentum penguatan iman sekaligus perekat persaudaraan.
Kunjungan ke Kantor Kemenag Enrekang disambut hangat oleh Kepala Kantor, Prof. (H.C.) Dr. H. Jamaruddin, M.Ag, yang menegaskan rasa syukur atas silaturahmi penuh makna ini.
“Semoga pertemuan ini mempererat ukhuwah, menguatkan sinergi, dan membawa keberkahan bagi Enrekang dan umat. Beliau merupakan guru saya,” ujar Jamaruddin dalam sambutannya.
Sebelumnya, Jamaruddin juga menyampaikan hasil Rapat Koordinasi Pemantapan HAB ke-80 Kemenag Sulsel 2026 di Bone.
Evaluasi tegas diberikan bagi Kakankemenag yang tidak hadir tanpa konfirmasi, termasuk penggunaan SPD dan mobil dinas.
Teladan Menteri Agama turut digarisbawahi telah hadir sejak pukul 03.00 dini hari dalam Rakernas dan aktif di rapat komisi. “Seluruh jajaran wajib menyusun laporan dan pertanggungjawaban Asta Protas. Efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan pelayanan di tingkat kabupaten,” tegasnya.
Kemenag Sulsel menargetkan tahun depan seluruh KUA dilengkapi laptop dan printer, serta penguatan fungsi humas. Kanwil Kemenag Sulsel juga mencatat prestasi dengan banyak penghargaan, termasuk dua Kakankemenag yang mendapat izin menjadi petugas haji.
“Jabatan bukan milik pribadi. Mutasi dan rotasi adalah hal biasa dalam pengabdian. Mari bersatu melayani dengan ikhlas,” pesan Jamaruddin.
Realisasi anggaran Kemenag 2025 mencapai 96,5% tertinggi di antara kementerian, mencerminkan kinerja dan akuntabilitas yang kuat.
Kakanwil menegaskan seluruh ASN Kemenag, baik PNS maupun PPPK, wajib hadir dan aktif dalam setiap program. “Tatliwe liwe kikkiri’na narekko de’na hadir,” ungkapnya dengan peribahasa Bugis yang menekankan pentingnya kebersamaan.(*)





