POLMAN,– Seorang warga Desa Rea Kecamatan Binuang Kabupaten Polman mengeluh lantaran bantuan beras dan minyak goreng ditahan oleh Kepala Desa Rea Timur. Bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng hingga kini belum diterima Saharuddin.
Padahal, bantuan tersebut telah berjalan sekitar dua pekan. Saharuddin mengaku tidak pernah menerima undangan maupun pemberitahuan resmi dari pihak pemerintah desa untuk mengambil bantuan tersebut.
Istri Saharuddin, Nurlina, yang ditemui menjelaskan kronologinya,bermula pada penyaluran pertama yang dijadwalkan pada hari Senin. Saat itu, Nurlina datang ke kantor desa bersama sejumlah penerima bantuan lainnya. Namun Kepala Desa Rea Timur meminta Nurlina dan tiga penerima lainnya untuk kembali lagi pada hari Kamis, dengan alasan ada hal yang ingin disampaikan secara bersama-sama.
Akan tetapi, hingga hari Kamis, Nurlina mengaku tidak pernah lagi dihubungi oleh pihak pemerintah desa. Bahkan, ia mendapat informasi dari penerima bantuan lain yang datang ke kantor desa bahwa stok beras bantuan tersebut sudah tidak ada.
“Katanya beras sudah habis. Padahal kami yang disuruh datang hari Kamis tidak pernah dipanggil lagi,” ungkap Nurlina yang ditemui pada Jumat 13 Desember 2025 dirumah nya
Selain itu, salah satu penerima bantuan lainnya atas nama Musriani disebut telah dihubungi oleh pihak pemerintah desa dan diberitahu bahwa dirinya tidak lagi berhak menerima bantuan karena dianggap sudah mampu.
Nurlina menegaskan akan terus menuntut hak suaminya, Saharuddin, sebagai penerima bantuan. Ia mengaku baru kali ini mengalami kejadian bantuan ditahan, dengan alasan ada hal yang diduga berkaitan dengan persoalan pribadi Kepala Desa
Lebih lanjut, Nurlina mengungkapkan bahwa dirinya mendapat informasi dari salah seorang staf desa yang menyebutkan bahwa bantuan untuk Saharuddin tidak disalurkan ke dirinya dandiminta untuk “koreksi diri” dan dianggap harus lebih menghargai Kepala Desa.
“Ini mi saya bingung apa salah saya? Sementara saya tidak pernah posting-posting apa pun di Facebook yang menyindir Pak Desa,” ujarnya.
Diketahui selama ini,keluarga Nurlina terus mendapat bantuan PKH dan BLT bahkan rumahnya yang saat ini ditempati bantuan dari Program Beda Rumah, sehingga ia heran kenapa bantuan Bapanas saat ini ditahan Kepala Desa hanya karena persoalan pribadi.
Ia berharap, hak nya segera disalurkan karena suaminya yang bekerja sebagai buruh bangunan tidak memiliki sawah sementara ia hanya sebagai ibu rumah tangga.
Dikonfirmasi terpisah,Kepala Desa Rea Saifullah mengaku jika bantuan warga tersebut tidak ada yang ditahan melainkan dialihkan ke penerima lainnya dengan dalih bahwa warga tersebut sudah dikategorikan mampu.”Kami tidak tahan bantuan warga.Akan tetapi bantuan yang bersangkutan termasuk beberapa warga lain nya itu, kami alihkan ke penerima lainnya karena beberapa warga yang belum menerima dengan kondisi yang memilukan datang kekantor mengeluh tidak dapat bantuan sama sekali.Akhirnya bersama dengan staf saya sampaikan bahwa bantuan warga yang dianggap mampu jangan dikasi dan alihkan ke warga lainnya.”jelas Saifullah.
Disinggung terkait ada hal lain yang memicu peralihan bantuan itu, Saifullah mengaku tidak ada tendensi lain atau hal pribadi yang jadi pemicu nya,akan tetapi itu adalah murni pemerataan karena yang bersangkutan dan yang lainnya dianggap sudah mampu.Ungkap Saifullah.(*)





