PANGKEP– Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan. Video amatir yang beredar pada Minggu, 18 Januari 2025, memperlihatkan serpihan pesawat di area kaki Gunung Bulusaraung, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
Kondisi pesawat dilaporkan hancur. Badan dan ekor ditemukan terpisah di sisi utara puncak gunung. Kepala Bidang Operasi SAR Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan kronologi penemuan:
– 07.46 WITA: tim menemukan serpihan berupa jendela pesawat di koordinat 04°55’48” LS – 119°44’52” BT.
– 07.49 WITA: bagian badan pesawat berukuran besar ditemukan.
– 07.52 WITA: ekor pesawat berhasil ditemukan.
Sebelumnya, informasi awal penemuan pesawat sempat disampaikan oleh petugas SAR gabungan, Agung Laksamana, sekitar pukul 16.33 WITA. Laporan awal menyebut pesawat ditemukan di kawasan Bantimurung, Kabupaten Maros, tepatnya sekitar Leang-Leang, dan diduga melakukan pendaratan darurat.
Lokasi penemuan berada di tengah hutan dengan medan sulit, sehingga tim belum sepenuhnya mencapai titik pesawat. Pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak pada pukul 13.17 WITA saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar.
General Manager AirNav Makassar, Kristanto, menyebut kontak terakhir terdeteksi di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, dengan koordinat 04°57’08” LS – 119°42’54” BT.
Di dalam pesawat terdapat 11 orang, terdiri atas 8 kru dan 3 penumpang. Sebagai respons cepat, Kansar Makassar mengerahkan 15 personel rescue dengan dukungan truk personel, rescue car, dan drone pemantau udara. Leang-Leang, Maros, ditetapkan sebagai titik awal operasi pencarian.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turut memberikan klarifikasi terkait logo KKP yang terlihat pada pesawat. Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menyebut, benar terdapat pegawai KKP yang menjadi penumpang dalam misi air surveillance untuk pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.
Tiga pegawai tersebut adalah:
– Ferry Irawan, Penata Muda Tingkat I, Analis Kapal Pengawas.
– Deden Mulyana, Penata Muda Tingkat I, Pengelola Barang Milik Negara.
– Yoga Naufal, Operator Foto Udara Pesawat.
“Kami terus berkoordinasi dengan Basarnas, KNKT, dan Kementerian Perhubungan terkait pencarian dan penanganan insiden ini,” ujar Sakti dalam konferensi pers, Sabtu, 17 Januari 2026, malam tadi. (*)






