PAREPARE– Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Antarinstansi Perlindungan Bahasa Daerah di Auditorium BJ Habibie, Kamis, 26 Februari 2026. Forum ini menghadirkan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan bersama sejumlah kepala OPD lingkup Pemkot Parepare.
Dalam sambutannya, Tasming menegaskan bahwa revitalisasi bahasa daerah bukan sekadar urusan komunikasi, melainkan strategi pembangunan kebudayaan. “Bahasa adalah instrumen pembentuk karakter, pengikat kohesi sosial, sekaligus penanda jati diri kolektif masyarakat,” ujarnya.
Tasming juga mengingatkan bahwa sejak awal kepemimpinannya, Parepare telah menerima Penghargaan Kepedulian terhadap Pelestarian Bahasa Daerah dari Badan Bahasa Kemendikdasmen. Menurutnya, penghargaan itu menjadi validasi atas arah kebijakan yang menempatkan kemajuan daerah seiring dengan penguatan akar budaya.
Langkah Konkret Pemkot Parepare
– Regulasi: Perda Nomor 6 Tahun 2007 menegaskan pentingnya pendidikan berbasis budaya lokal, termasuk pembiasaan penggunaan bahasa daerah di sekolah dan pemerintahan.
– Muatan Lokal: SK Wali Kota Nomor 856 Tahun 2024 menetapkan Bahasa Bugis sebagai muatan lokal wajib di SD dan SMP mulai tahun ajaran 2025.
– Identitas Simbolik: Penggunaan bahasa dan aksara Lontara pada lambang daerah dengan filosofi “Massiddi siri’, massiddi gau”.
– Literasi Multibahasa: Museum BJ Habibie Parepare melengkapi artefak dengan barcode berisi informasi dalam Bahasa Indonesia, Bugis, dan Inggris.
– Kolaborasi: Pemkot menggandeng Dompet Dhuafa, PPBDI, IGBD, MGMP, hingga komunitas lokal untuk menggerakkan pelestarian bahasa.
– Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI): Parepare konsisten berprestasi di tingkat provinsi dan nasional sejak 2021.
– Program Kreatif: TV Peduli menayangkan “Pahlawan Kearifan Lokal”, sementara program SAREBBA melibatkan alumni FTBI untuk edukasi di sekolah-sekolah.
Tasming berharap Rakor ini menghasilkan strategi bersama, pertukaran praktik baik, dan rekomendasi kebijakan yang memperkokoh bahasa daerah sebagai fondasi identitas dan peradaban bangsa.(*)






