JAKARTA – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan rasa bangga atas capaian sektor pariwisata nasional sepanjang tahun 2025 yang tumbuh positif dan melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP).
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Gedung DPR, Rabu, 4 Februari 2026, Menpar Widiyanti menegaskan capaian tersebut merujuk pada data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipublikasikan 2 Februari lalu.
“Capaian ini merefleksikan hasil kolaborasi yang baik di antara seluruh pemangku kepentingan dalam sektor pariwisata,” ujar Menpar Widiyanti.
BPS mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang 2025 mencapai 15,39 juta, melampaui target RKP sebesar 14–15 juta. Angka ini tumbuh 10,80 persen dibandingkan 2024.
Sebanyak 71 persen wisman berasal dari negara target, dengan Malaysia sebagai penyumbang terbesar. Uni Emirat Arab mencatat pertumbuhan tertinggi, menggantikan posisi Rusia.
Rata-rata pengeluaran wisman per kedatangan (ASPA) juga naik menjadi 1.267 dolar AS, lebih tinggi dari target 1.220 dolar AS. Devisa pariwisata diproyeksikan mencapai 18,91 miliar dolar AS atau setara Rp317,40 triliun, tumbuh 13,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Wisata Nusantara dan Investasi Melonjak
Perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2025 tercatat 1,20 miliar perjalanan, naik 17,55 persen dibandingkan 2024.
Sementara itu, realisasi investasi pariwisata tahun penuh 2025 mencapai Rp73,55 triliun, tumbuh 56,05 persen dibandingkan 2024.
“Capaian-capaian ini menjadi indikator bahwa sektor pariwisata memiliki peranan strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Menpar Widiyanti.
Widiyanti menambahkan, capaian positif ini akan menjadi pemantik bagi Kementerian Pariwisata untuk terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi dan program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Rapat kerja tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa serta pejabat eselon I dan II Kemenpar.(*)






