HUT Maros ke-67 Jadi Momentum Pembangunan, Pemprov Sulsel Salurkan Bantuan Miliaran Rupiah

Pemprov Sulsel saat menyerahkan bantuan keuangan tahun 2026 senilai Rp8,5 miliar ke Pemda Maros

MAROS – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, digelar secara lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kesederhanaan tersebut merupakan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah.

Bacaan Lainnya

Puncak peringatan HUT dipusatkan dalam rapat paripurna DPRD Maros, di Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kecamatan Turikale, Selasa (7/7/2026).

Sebanyak 300 tamu undangan yang hadir berasal dari internal Pemerintah Kabupaten Maros.

Meski tidak mengundang tamu dari luar daerah, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau dan Bupati Wajo Andi Rosman tetap menghadiri kegiatan tersebut dengan mengenakan pakaian adat.

Yusran mengenakan jas tutup berwarna emas, sedangkan Andi Rosman mengenakan jas tutup berwarna merah marun.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, hadir sebagai tamu kehormatan sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Maros.

Bantuan tersebut di antaranya bantuan keuangan sebesar Rp8,5 miliar untuk pembebasan lahan pembangunan duplikasi Jembatan Sungai Maros.

Selain itu, Pemprov Sulsel juga menyerahkan bantuan buffer stock logistik penanggulangan bencana senilai Rp141 juta dan satu unit traktor roda.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Maros menyerahkan satu unit mobil operasional kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) guna mendukung pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.

Pemkab Maros juga menyalurkan hibah kepada sejumlah rumah ibadah. Masjid Al Hijir Ismail di Kawasan Mattammapa, Dusun Arra, Kecamatan Tompobulu menerima bantuan Rp50 juta.

Masjid Al Muhajirin di Lappara, Kecamatan Moncongloe memperoleh Rp80 juta, sementara Masjid Dg Balu Asyrag di Kecamatan Moncongloe menerima Rp50 juta.

Selain itu, Masjid Jami Darul Istiqamah di Kecamatan Mandai mendapatkan hibah Rp100 juta dan Masjid Nurul Taqwa di Kecamatan Lau menerima Rp30 juta.

Puncak peringatan HUT ke-67 dipusatkan dalam rapat paripurna DPRD Maros

Tak hanya itu, bantuan berupa kemasan produk dan peralatan juga disalurkan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan total nilai Rp187 juta sebagai upaya meningkatkan daya saing produk lokal.

Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tersebut merupakan alokasi yang sebelumnya belum sempat disalurkan dan tahun ini kembali diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Maros.

“Alhamdulillah tadi ada bantuan yang diberikan berupa bantuan keuangan senilai Rp8 miliar lebih yang akan disalurkan untuk pembebasan lahan pembangunan jembatan kembar. Kemudian ada beberapa bantuan yang langsung diberikan untuk masjid-masjid kita dan juga ada bantuan untuk UMKM,” kata Chaidir Syam.

Chaidir mengatakan, di usia ke-67 tahun, Kabupaten Maros terus mencatat berbagai capaian pembangunan.

Salah satunya adalah keberhasilan menjaga kawasan karst yang telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark dan akan menjalani proses revalidasi pada 27 Juli 2026.

Pemkab Maros juga terus mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) sebagai bentuk komitmen memberikan jaminan layanan kesehatan kepada seluruh masyarakat.

Di sektor infrastruktur, pembangunan jalan, irigasi, dan sarana pendidikan terus dilakukan melalui dukungan APBD, APBD Provinsi Sulawesi Selatan, hingga pemerintah pusat.

“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maros pada triwulan pertama tahun 2026 mencapai 9,53 persen. Ini capaian tertinggi kedua di Sulawesi Selatan. Tahun 2025 kita juga menjadi daerah dengan peningkatan investasi tertinggi ketiga di Sulawesi Selatan setelah Makassar dan Luwu Timur,” ujarnya.

Chaidir Syam juga menambahkan, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas meski kemampuan fiskal daerah menghadapi tantangan akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

Karena itu, Pemkab Maros terus mengupayakan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat, salah satunya melalui usulan lima ruas jalan dalam program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Lima ruas jalan yang diusulkan berada di wilayah pegunungan, meliputi Kecamatan Camba, Cenrana, Mallawa, dan Tompobulu.

“Memang kita prioritaskan wilayah pegunungan karena masih ada jalan yang belum memadai,” katanya.

Selain itu, Chaidir Syam juga menjelaskan proses pembangunan Jalan Mamminasata di Kabupaten Maros akan segera berlanjut.

Ruas jalan yang akan dibangun memiliki panjang sekitar tujuh kilometer.

Jalur tersebut direncanakan menghubungkan Jalan Lingkar Barat (Jalbar) hingga kawasan Arhanud.

“Ini juga berita yang sangat menggembirakan. Tadi disampaikan oleh Bapak Gubernur bahwa Pemerintah Provinsi tahun ini sudah menyiapkan anggaran untuk menuntaskan pembebasan lahan Maminasata,” kata Chaidir usai menghadiri Rapat Paripurna.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan anggaran sekitar Rp80 miliar pada tahun 2026.

Penyelesaian pembebasan lahan menjadi tahapan penting agar pembangunan fisik jalan dapat segera dilaksanakan.

“Karena kita mengetahui bersama jalur Maros ini sering terjadi kemacetan. Oleh karena itu, salah satu alternatif untuk mengurai kemacetan adalah menuntaskan jalur Maminasata,” ujarnya.

Selain anggaran pembebasan lahan dari Pemprov Sulsel, pemerintah pusat juga telah menyiapkan anggaran pembangunan fisik jalan yang diperkirakan mencapai sekitar Rp500 miliar.

Sementara itu, Ketua DPRD Maros Muhammad Gemilang Pagessa berharap HUT ke-67 Kabupaten Maros menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas pemerintah daerah, sehingga setiap aspirasi masyarakat dapat dijawab melalui sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD Maros.

Gemilang juga menyoroti kondisi infrastruktur di Kabupaten Maros. Menurutnya, sekitar 80 persen ruas jalan di Kabupaten Maros sudah dalam kondisi baik, sedangkan sekitar 20 persen lainnya masih membutuhkan perbaikan.

“Infrastruktur menjadi tugas kita bersama. Kita harus memastikan 20 persen ruas jalan yang masih membutuhkan perbaikan itu bisa terus ditangani secara bertahap. Ada juga beberapa ruas jalan yang telah diusulkan melalui program Inpres Jalan Daerah dan sebagian lainnya tetap kita anggarkan setiap tahun,” tutupnya.

Pos terkait