MAJENE – Pemkab Majene semakin nyata dan serius dalam menangani personil stunting. Hal itu dibuktikan Wakil Bupati Majene Andi Rita Mariani bersama dengan ketua TP PKK, kepala Dinkes tengah melakukan kegiatan dengan menggelar rapat konsep kolaborasi percepatan pencegahan dan penurunan stunting yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Majene.
Pada rapat tersebut selain dihadiri Wabup Majene, Ketua TP PKK Majene, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Kepala Dinas Kesehatan, perwakilan STIKES, serta sejumlah organisasi wanita dan mitra lintas sektor turut pula hadir berbagai undangan terkait lainnya.
Dalam agenda pertemuan itu Wabup Majene menegaskan satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Majene, mempercepat penurunan angka stunting melalui kerja kolaboratif dan berbasis data.
Wabup Andi Rita menekankan bahwa persoalan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi. Karena menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting hanya dapat dicapai jika seluruh elemen bergerak bersama dan punya tanggung jawab yang dimiliki.
“Segaka upaya penurunan stunting bukan hanya tugas dinas kesehatan, bukan hanya puskesmas atau posyandu. Melainkan ini adalah kerja kolaboratif. Semua harus terlibat, bergerak bersama, dan saling menguatkan memberikan semangat satu sama lainnya,” tegasnya .
Karenanya, Wabup Majene menargetkan capaian D/S (Daftar Sasaran terhadap Sasaran) minimal 90 persen. Seperti tingkat kehadiran balita dalam kegiatan penimbangan dan pemantauan tumbuh kembang di posyandu harus semakin ditingkatkan.
Dia menambahkan posyandu adalah pintu pertama pengawasan tumbuh kembang anak. Dari sanalah data diperoleh dan intervensi dapat dilakukan secara tepat. Jika ada anak yang tidak hadir dalam penimbangan, Wabup meminta agar kader dan petugas segera melakukan kunjungan rumah. Itu merupakan bagian dari langkah tepat yang diambil setiap kader posyandu. (Ahp)






