Ngamuk di Toko Warga, Kasat Lantas Maros Tantang Dilaporkan ke Kapolda: Saya Tidak Takut!

Anak menantu owner Roti Maros Setia Kawan, Hardi Arfandy.

MAROS – Dugaan tindakan arogan yang dilakukan oknum Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Maros, AKP Muhammad Arafah, menuai sorotan tajam.

Insiden ini mencuat setelah pihak keluarga pengusaha Roti Maros Setia Kawan mengaku mendapat perlakuan tidak pantas saat aparat tersebut mendatangi lokasi usaha mereka.

Bacaan Lainnya

Anak menantu owner Roti Maros Setia Kawan, Hardi Arfandy menyampaikan, kekecewaan mendalam atas sikap yang dinilai berlebihan dan tidak mencerminkan profesionalitas seorang perwira polisi.

Ia menegaskan, kedatangan Kasat Lantas ke tokonya bukan untuk memberikan solusi, melainkan justru memicu ketegangan.

“Dia datang ke toko marah-marah, sementara saya tidak ada di tempat. Yang dia temui hanya mertua saya. Alasannya karena kendaraan yang singgah di toko dianggap penyebab kemacetan,”ujar Hardi dengan nada geram.

Menurut Hardi, tudingan tersebut dinilai tidak objektif. Pasalnya, bukan hanya tokonya yang menjadi titik singgah kendaraan, namun hanya usahanya yang mendapatkan teguran keras.

Ia menilai ada ketidakadilan dalam penindakan yang dilakukan oleh oknum Kasat Lantas Polres Maros.

“Banyak kendaraan juga singgah di tempat lain, tapi kenapa hanya kami yang diperlakukan seperti ini. Ini terkesan tidak adil. Harusnya seorang Kasat bisa menyampaikan dengan cara yang baik dan profesional, bukan dengan emosi,”tegasnya.

Lebih jauh, Hardi mengungkapkan adanya ucapan kontroversial yang dilontarkan oleh oknum Kasat Lantas tersebut kepada mertuanya. Pernyataan itu bahkan dinilai melecehkan upaya pelaporan ke tingkat yang lebih tinggi.

“Mertua saya mencoba menenangkan, tapi dia bilang silakan lapor ke Kapolda, saya tidak takut. Paling saya dipindahkan, tidak mungkin diberhentikan karena saya sulit diberhentikan. Ini kan sangat disayangkan,”ungkap Hardi.

Tak hanya sekali, Hardi menyebut tindakan serupa diduga telah terjadi hingga tiga kali dengan tindakan yang serupa. Namun, baru kali ini pihak keluarga memilih untuk angkat suara karena merasa perlakuan tersebut sudah melampaui batas.

“Kami heran, seolah-olah ada tendensi pribadi terhadap kami. Ini bukan lagi soal penertiban lalu lintas, tapi sudah mengarah pada sikap yang tidak profesional,”lanjutnya.

Atas kejadian ini, pihak keluarga Roti Maros Setia Kawan mendesak Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro untuk turun tangan dan mengevaluasi kinerja Kasat Lantas Polres Maros.

“Kami meminta kepada Kapolda Sulsel agar segera mencopot yang bersangkutan. Aparat penegak hukum harus memberi contoh yang baik, bukan justru menimbulkan keresahan di masyarakat,”tutup Hardi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Maros terkait tudingan tersebut. Kasus ini pun kini menjadi perhatian publik, terutama terkait profesionalitas dan etika aparat dalam menjalankan tugas di lapangan.(*)

Pos terkait