Jelang Pembukaan MTQ XXXIV Ke-34, Tokoh Pemuda Maros Ultimatum Keras: Jangan Ganggu Kegiatan Ini, Kami Lawan!

Tokoh Pemuda Turikale, Abhel Abu Fayyadh Faruq.

MAROS – Dinamika menjelang pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV ke-34 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros mulai memanas.

Tokoh Pemuda Turikale, Abhel Abu Fayyadh Faruq mengeluarkan ultimatum tegas kepada pihak-pihak yang berencana menggelar aksi demonstrasi dan berpotensi mengganggu jalannya agenda keagamaan tersebut, Minggu (12/04/2026).

Bacaan Lainnya

Pernyataan keras itu muncul setelah beredarnya informasi terkait rencana aksi dari kelompok luar daerah yang akan digelar di depan Kantor Bupati Maros, bertepatan dengan momentum pembukaan MTQ XXXIV.

Bagi Abhel, situasi ini tidak bisa dianggap sepele. Ia menilai, potensi gangguan terhadap agenda keagamaan berskala provinsi tersebut bukan hanya persoalan ketertiban umum, tetapi juga menyangkut marwah daerah dan kepercayaan yang telah diberikan kepada Kabupaten Maros sebagai tuan rumah.

“Ini bukan sekadar acara seremonial. Ini kehormatan daerah. Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi siapa saja yang mencoba mengganggu jalannya MTQ,”tegasnya.

Nada pernyataan Abhel kali ini jauh lebih tajam dibanding imbauan sebelumnya yang masih bernuansa persuasif. Ia secara terbuka menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah konkret apabila situasi di lapangan mengarah pada gangguan nyata terhadap pembukaan MTQ.

“Bahwasanya saya, Abhel Abu Fayyadh Faruq, menegaskan bahwa kami tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk upaya yang menghambat atau mengganggu jalannya pembukaan acara MTQ,”ujarnya.

Lebih lanjut, ia bahkan menyinggung opsi mobilisasi kekuatan pemuda sebagai langkah respons jika terdapat pihak yang tetap memaksakan kehendak.

“Jika terdapat oknum yang tetap memaksakan diri untuk menghalangi, maka kami siap mengambil langkah tegas dengan menurunkan massa sebagai bentuk perlawanan demi memastikan kegiatan ini tetap berjalan aman dan lancar,”tambahnya.

Meski mengeluarkan pernyataan keras, Abhel menegaskan dirinya tidak menutup ruang bagi penyampaian aspirasi. Namun ia mengingatkan bahwa cara penyampaian harus tetap mengedepankan etika serta tidak mengganggu agenda keagamaan yang sedang berlangsung.

Menurutnya, aksi demonstrasi yang berpotensi menghambat kegiatan MTQ justru dapat menciptakan kesan negatif terhadap Kabupaten Maros di mata tamu daerah.

“Silakan menyampaikan aspirasi, itu hak. Tapi jangan sampai dilakukan dengan cara yang mengganggu acara keagamaan. Apalagi ini dihadiri tamu dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan,”katanya.

Ia menambahkan, momentum MTQ seharusnya menjadi ajang memperkuat ukhuwah Islamiyah, bukan justru diwarnai ketegangan akibat kepentingan tertentu.

“Sebagai tuan rumah, Maros saat ini menjadi pusat perhatian ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah. Menjaga keamanan dan kenyamanan selama pelaksanaan MTQ adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,”ucapanya.

Ia mengingatkan bahwa citra daerah dipertaruhkan dalam pelaksanaan event besar tersebut.

“Maros harus tampil sebagai daerah yang aman, ramah, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Jangan sampai ada kegaduhan yang merusak nama baik kita sendiri,”tegasnya.

Dalam pernyataannya, ia juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan pemuda, agar tetap solid dan tidak mudah terpancing provokasi dari pihak luar.

Sebagai bentuk komitmen, Abhel menyatakan sikap yang akan mengawal penuh jalannya pembukaan MTQ XXXIV agar bebas dari gangguan dan menyiapkan langkah responsif, termasuk mobilisasi massa, jika terjadi ancaman terhadap ketertiban serta mengingatkan pihak luar untuk menghormati stabilitas daerah.(*)

Pos terkait