Efisiensi Anggaran Sentuh Simbolik Formasi 8-17-45, Kesbangpol Parepare Klarifikasi

Pelatihan Paskibraka di Kota Parepare

PAREPARE– Anggota DPRD Kota Parepare, Andi Muh Fudail, menyoroti jumlah pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) yang tengah dipersiapkan untuk upacara HUT Kemerdekaan RI. “Saya pantau di lapangan, jumlahnya cuma 25 orang. Artinya ada formasi yang kurang,” ujar Ketua PKB Parepare itu.

Menurutnya, formasi lengkap biasanya terdiri dari 8-17-45. Namun, tahun ini peserta latihan hanya menggunakan formasi 8 dan 17. Ia menduga efisiensi anggaran menjadi faktor berkurangnya formasi.

Bacaan Lainnya

“Efisiensi anggaran tak boleh dicampuradukkan dengan persoalan peringatan HUT Kemerdekaan seperti ini,” tegas Fudail.

Klarifikasi Kesbangpol

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Parepare, H. Rustan Asta, memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut. Menurutnya, jumlah peserta tahun ini tetap besar meski ada penyesuaian teknis.

“Tahun kemarin 70 orang, normalnya 25 orang plus pelengkap formasi 45. Tahun ini kita pakai 25 anak untuk formasi 17 dan 8, ditambah 10 orang di belakangnya. Total sekitar 35 orang. Kalau bisa nanti ditambah lagi dari purna paskibraka,” jelas Rustan di Kantor Kesbangpol.

Rustan menegaskan seluruh kebutuhan Paskibraka, mulai dari sepatu, seragam, hingga akomodasi, ditanggung penuh oleh anggaran daerah.

“Total anggaran tahun ini Rp 355 juta, sebelumnya Rp 650 juta lebih. Walaupun ada efisiensi, hikmahnya kita bisa meloloskan satu anak ke tingkat nasional dan dua anak ke tingkat provinsi. Jadi total paskibraka Parepare ada 38 orang,” tambahnya.

Simbolik Formasi 8-17-45

Sorotan DPRD dan klarifikasi Kesbangpol membuka ruang diskusi publik: apakah efisiensi anggaran bisa dibenarkan jika menyentuh simbolik peringatan HUT RI? Formasi 8-17-45 bukan sekadar barisan, melainkan representasi sejarah perjuangan bangsa.

Penggunaan Lapangan

Kesbangpol juga menegaskan bahwa lapangan yang biasanya digunakan untuk lomba-lomba olahraga tidak akan dipakai hingga 18 Agustus. Sejak 15 Juli, lapangan tersebut difokuskan untuk persiapan dan pelatihan pasukan Paskibraka serta pelaksanaan upacara 17 Agustus.

Pos terkait