PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, secara resmi membuka pemusatan latihan nasional (Pelatnas) cabang olahraga Sepak Takraw mandiri untuk Asian Games 2026 di Auditorium BJ Habibie, Rujab Wali Kota Parepare.
Acara diawali sambutan Sekretaris Jenderal PB PSTI, Nukhrawi Nawir, yang menegaskan bahwa pelaksanaan Pelatnas hingga kini masih berjalan secara mandiri tanpa sokongan penuh pemerintah.
“Syukur alhamdulillah, meski tanpa bantuan pemerintah, kami tetap berkomitmen membangun prestasi. Ketua umum kami bahkan menanggung beban besar agar sepak takraw tidak tertinggal,” ujarnya.
Nukhrawi mencontohkan sejumlah agenda yang digelar PB PSTI di berbagai daerah, termasuk Parepare dan Palembang, meski minim dukungan pusat. Bahkan saat mengikuti agenda internasional di Kuala Lumpur, Malaysia, rombongan Indonesia hadir berkat usaha pribadi ketua umum.
“Beliau membuktikan bahwa sepak takraw bisa eksis dengan kemandirian. Sejarah baru pun tercatat di Palembang, ketika PB PSTI mampu menggelar agenda besar tanpa dana negara,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PB PSTI, Prof. Dr. H. Surianto, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang memberi fasilitas bagi atlet. Ia menekankan pentingnya dukungan moral dan material menjelang Asian Games, termasuk dari Parepare.
“Kami berterima kasih kepada wali kota yang membuka ruang bagi atlet takraw. Dukungan ini sangat berarti, apalagi saat kami membawa nama bangsa di ajang internasional,” ucapnya.
Surianto juga mengumumkan rencana besar PB PSTI, peluncuran Liga Utama Sepak Takraw Indonesia pada Oktober mendatang, melibatkan provinsi besar seperti Jawa Timur, Sulawesi Barat, Bogor, Lampung, hingga Jakarta.
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Sepak Takraw dengan partisipasi 30 negara, termasuk Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, Korea Selatan, dan Jepang.
“Ini momentum bersejarah. Indonesia dipercaya menjadi penyelenggara, dan kami sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan pengamanan maksimal,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan PB PSTI. Ia menekankan bahwa pelatihan bukan hanya soal fisik, tetapi juga pembentukan karakter atlet.
“Kami bangga Parepare dipilih. Pemerintah daerah siap memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh peserta. Kami berharap para atlet menjadikan momen ini sebagai ajang memperkuat solidaritas dan kebanggaan nasional,” ujarnya.
Tasming bahkan menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk ikut memantau jalannya kegiatan. Dengan semangat kemandirian, PB PSTI kini menatap Asian Games dan kejuaraan dunia dengan optimisme. Meski minim dukungan pemerintah pusat, sepak takraw Indonesia bertekad menunjukkan bahwa olahraga tradisional ini mampu bersaing di panggung internasional, sekaligus mengharumkan nama bangsa.






