PAREPARE– Upaya meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong transformasi digital pada sektor usaha mikro terus dilakukan oleh kalangan akademisi. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan pelatihan bertajuk “Teknologi Pembersih Bulu Ayam (Otomatis) Menggunakan ESP32 Berbasis Internet of Things (IoT) Bagi Usaha Rumah Potong Anindya di Kelurahan Lompoe, Kota Parepare.” Pada Minggu, 12 Juli 2026.
Kegiatan tersebut merupakan program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian dan inovasi teknologi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tim pelaksana dipimpin oleh Mustamin, S.Pd., M.Pd., M.T. sebagai ketua, dengan anggota Ganggang Canggi Arnanto, S.Pd., M.Pd. serta Ir. Reski Febyanti Rauf, S.TP., M.Si. Kegiatan menghadirkan Retyana Whrini, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber, sementara mitra utama program adalah Rumah Ayam Anindya milik Ibu Nurjannah yang berlokasi di Kelurahan Lompoe, Kota Parepare.
Pelaksanaan kegiatan tidak hanya melibatkan pemilik Rumah Ayam Anindya, tetapi juga diikuti oleh para pekerja rumah potong ayam serta sejumlah pelaku usaha ayam potong di sekitar Kelurahan Lompoe. Kehadiran berbagai pelaku usaha tersebut diharapkan mampu memperluas dampak penerapan teknologi sehingga manfaat inovasi tidak hanya dirasakan oleh satu mitra, tetapi juga dapat diadopsi oleh usaha sejenis di wilayah Parepare.
Ketua tim PKM, Mustamin, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini harus mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha mikro, khususnya dalam meningkatkan efisiensi proses produksi. Salah satu tahapan yang membutuhkan waktu, tenaga, serta biaya operasional cukup besar pada usaha rumah potong ayam adalah proses pembersihan bulu ayam setelah penyembelihan.
Selain penyerahan teknologi tepat guna, kegiatan PKM juga diisi dengan penyuluhan, pelatihan, demonstrasi penggunaan mesin, pendampingan operasional, hingga diskusi interaktif bersama peserta. Materi yang diberikan meliputi pengenalan teknologi IoT, prinsip kerja mesin pembersih bulu ayam otomatis, prosedur pengoperasian yang aman, perawatan mesin, hingga strategi peningkatan produktivitas usaha melalui penerapan teknologi.
Dalam sesi pemaparan materi, narasumber Retyana Whrini, S.Pd., M.Pd. menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu mengikuti perkembangan teknologi di era digital. Menurutnya, inovasi tidak akan memberikan dampak optimal apabila tidak diiringi dengan peningkatan kompetensi pengguna.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari penyampaian materi hingga praktik langsung mengoperasikan mesin. Berbagai pertanyaan mengenai cara kerja mesin, efisiensi penggunaan energi, perawatan komponen, serta potensi pengembangan teknologi ke depan turut mewarnai jalannya diskusi.
Pemilik Rumah Ayam Anindya, Ibu Nurjannah, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh tim PKM UNM. Menurutnya, inovasi tersebut sangat membantu pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan sekaligus mempercepat proses produksi.
Melalui program ini, tim PKM berharap penerapan teknologi tepat guna berbasis Internet of Things dapat menjadi contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong modernisasi sektor usaha kecil. Inovasi yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha rumah potong ayam, menciptakan proses produksi yang lebih efisien, higienis, aman, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, di mana hasil riset dan inovasi dari perguruan tinggi diimplementasikan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemanfaatan teknologi yang adaptif terhadap perkembangan industri 4.0.






