KILASSULAWESI.COM, PAREPARE– Debit air jadi perhatian serius Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Parepare, khususnya di musim kemarau. Olehnya itu, PDAM Parepare akan menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang untuk menjaga kestabilan debit air Sungai Karajae.
Direktur PDAM Kota Parepare, Andi Firdaus Djollong mengharapkan, kerja sama ini menghasilkan solusi, termasuk menjaga kestabilan turunnya debit air pada saat musim kemarau. “Bersama Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang kita mencari solusi untuk musim kemarau,” kata Andi Firdaus Djollong disela-sela mendampingi tim dari BBWS Pompengan-Jeneberang turun meninjau Sungai Karajae, pekan lalu.
Tim dari BBWS Pompengan-Jeneberang dipimpin Zul Arifin. Humas PDAM Kota Parepare, Imran Sulnas menjelaskan tim BBWS Pompengan-Jeneberang dalam kunjungannya ke PDAM Parepare dan langsung ke Sungai Karajae untuk melihat kondisi sungai itu. “Ini dilakukan mengingat debit air Sungai Karajae saat musim kemarau drastis turun hingga 80 persen. Sehingga sangat mengganggu pelayanan distribusi air ke pelanggan,” jelas Imran.
Dia menambahkan, sesuai hasil pengamatan di Sungai Karajae, PDAM disarankan segera bersurat ke BBWS Pompengan-Jeneberang untuk dilakukan survei agar bisa dicarikan solusi saat musim kemarau debit air Sungai Karajae tetap terjaga.(anj)






