KILASSULAWESI.COM, PAREPARE – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) menggelar rapat koordinasi di ruang Pusat Komunitas Kreatif (Puskomkref), Diskominfo Kota Parepare, Rabu 29 Januari, kemarin. Dalam pertemuan tersebut, dibahas mekanisme dan teknis pelaporan informasi pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pembangunan melalui Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Peduli, serta hal lain dalam rangka peningkatan sinergitas Diskominfo dengan KIM selaku mitra kerja pemerintah kota.
Kepala Diskominfo Kota Parepare, HM Iskandar Nusu berharap, KIM Kota Parepare dapat memerankan tugas pokoknya secara efektif. Mantan Camat Bacukiki itu pun berjanji dalam waktu dekat akan membekali seluruh anggota KIM dengan ID Card, guna mendorong kelancaran tugasnya di lapangan.
Tak hanya itu, kata Iskandar, yang kini juga menjabat sebagai Plt. Kadis Perhubungan bakal memberikan pakaian rompi kerja kepada anggota KIM. “Ini adalah langkah awal, bagaimana KIM dapat lebih produktif dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik,”katanya. Iskandar meyakini keberadaan KIM adalah jalan menuju terwujudnya masyarakat informasi. Dia pun berharap, kehadiran KIM yang ada di setiap Kelurahan mampu menampik berita-berita hoax, sekaligus mewadahi aspirasi masyarakat.
Ditempat yang sama, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Parepare, La Ode Arwah Rahman menjelaskan, saat ini Radio Peduli Parepare yang dikelola Diskominfo telah dilengkapi fasilitas telepon GSM guna memudahkan anggota KIM melakukan kegiatan pelaporan warga ke Radio Peduli.
La Ode berharap, keberadaan fasilitas telepon GSM tersebut dapat semakin meningkatkan kinerja KIM dalam melaporkan berbagai kegiatan pembangunan yang ada di wilayah masing-masing. “Dulu, telepon Radio Peduli adalah telepon kantoran. Ketika dihubungi menggunakan handphone, anggota KIM harus mengeluarkan biaya yang besar. Namun, saat ini Radio Peduli sudah memiliki telepon GSM, sehingga anggota KIM yang melakukan kegiatan citizen journalism tidak perlu lagi khawatir kehabisan pulsa,”ujar mantan wartawan Harian PARE POS tersebut.
Hal lain yang turut dibahas dalam pertemuan itu yakni rencana pergantian keanggotaan KIM. Banyak anggota KIM yang disebutkan berjumlah 110 orang, sebagian tidak lagi aktif. Rencana dalam waktu dekat Diskominfo bakal melakukan reshuffle keanggotaan dengan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan para lurah. (mg2)






