RSAM Terima Bantuan Baju Hazmat dari Adira

PAREPPOS.CO.ID, PAREPARE — Rumah Sakit Rujukan Andi Makkasau (RSAM) terus kedatangan donatur. Selama masa pandemik Covid-19 mewabah di Parepare, RSAM telah menerima bantuan alat pelindung (APD) diri berupa baju hazmat maupun masker. Kamis, 28 Mei giliran perusahaan pembiayaan Adira Finance yang membagikan baju hazmat kepada para tenaga kesehatan disana.

Branch Manager Adira Car Syariah Parepare, Rajaman mengatakan pihaknya menyumbangkan APD sebanyak 100 pcs kepada pihak rumah sakit yang diterima Kepala Sub Bidang Rekam Medis Hj Sitti Aminah. APD tersebut kata dia khusus diperuntukkan untuk para tenaga medis rumah sakit. “Ini sebagai bagian dari kepedulian perusahaan kami untuk RS Andi Makkasau dalam upayanya melawan Covid-19,” ujarnya.

Menurutnya, sumbangan itu diambil dari dana kebajikan perusahaan yang memang secara khusus digunakan sebagai wujud kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat. “Dana kebajikan ini dihimpun untuk aksi-aksi sosial, semoga bisa bermanfaat bagi rumah sakit dalam membantu pelayanan kesehatan masyarakat,” tandasnya

Kepala Sub Bidang Rekam Medis Sitti Aminah mengaku pihak RSAM telah menerima banyak donasi dari masyarakat selama masa pandemik Covid-19. Kata Aminah, selain sumbangan dari perorangan, perusahaan BUMN maupun swasta tidak ketinggalan untuk membantu manajemen RS khususnya tenaga kesehatan. “Alhamdulillah, kami bersyukur lebih banyak masyarakat yang peduli terhadap penanganan virus ini, tentu kami berharap virus ini segera berakhir,” tuturnya

Namun Aminah merasa bantuan berupa masker masih sangat dibutuhkan pihak RSAM terutama masker jenis N95 dan masker bedah. “Kalau masker, kami masih kekurangan karena penggunaannya hanya sekali pakai,” jelasnya

Komite Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) RSAM, Muh Darwis menambahkan, kebutuhan masker memang diperlukan khususnya masker bedah. Sebab masker jenis itu digunakan hanya sekali pakai saja khususnya pada pelayanan diruang perawatan pasien Covid-19. “Khusus untuk pelayanan diruang perawatan Covid-19 memang hanya satu kali pakai, beda kalau pelayanan pasien yang bukan Covid-19 masih bisa ditolerir yang jenis N95,” paparnya

Meski demikian, kata Darwis, pelayanan seluruh pasien tetap menganut prinsip kehati-hatian, disebabkan seluruh pasien sangat rentan terindikasi virus korona. Penularan virus itu tambah dia terus mengalami trend peningkatan ditengah masyarakat. “,Tren peningkatan kasus masih terjadi, apalagi potensi virus dibawa oleh orang yang dikenal dengan orang tanpa gejala,” katanya

Darwis mengharapkan kedisiplinan masyarakat untuk tetap mematuhi imbauan pemerintah seperti menggunakan masker dan menjaga jarak dapat menekan angka penularan. (wal)

Pos terkait