Elektabilitas Ganjar Naik Signifikan, Hasto: PDIP Perhitungkan Elektoral dan Kualitas

Gubernur Jateng bersama Presiden Jokowi dalam sebuah kegiatan

JAKARTA, KILASSULAWESI– Dari hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terbaru menunjukkan tren elektabilitas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo naik signifikan. Dalam pertanyaan top of mind terkait siapa capres yang akan dipilih jika pilpres dilakukan sekarang, Ganjar berada pada posisi teratas dengan 14,2%.

Di bawahnya ada Ketum Gerindra Prabowo Subianto dengan 13,4%, Presiden Jokowi 8,2%, Gubernur DKI Anies Baswedan 8,2%, dan Sandiaga Uno dengan 1,8%. Sementara dalam pertanyaan semi terbuka, elektabilitas Ganjar naik dari 18,1% pada Maret 2022 menjadi 22,5% pada Mei 2022. Posisinya tetap teratas dibanding dengan calon lainnya.

Bacaan Lainnya

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto angkat bicara soal kans PDIP mengusung Ganjar berdasarkan survei tersebut. Hasto
menegaskan, dalam memilih capres dalam gelaran pilpres 2024, PDIP tak hanya memperhitungkan faktor elektoral saja, melainkan juga kualitas.

“Kita ingin pemimpin itu yang mengakar sebagai cermin kolektif rakyat. Kita tidak ingin ada seorang pemimpin hanya dibangun dari faktor elektoral tetapi dari kualitas kepemimpinan, karakter, agenda strategic dalam meyakinkan nasib lebih dari 270 juta rakyat Indonesia. Wacana itulah yang ingin didorong PDIP,” kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, kemarin.

Di satu sisi, Hasto menegaskan fokus PDIP saat ini adalah mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Termasuk memajukan Indonesia dan mengejar ketinggalan dari negara lain. “Skala prioritas saat ini adalah mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin untuk benar-benar berhasil sehingga Pemilu 2024 nanti itu dilaksanakan dalam suasana keberhasilan. Dan legacy dari Pak Jokowi untuk dilanjutkan pemimpin yang akan datang,” paparnya.

“Sekali lagi mari kita dorong suatu wacana tentang pentingnya agenda bagi bangsa ke depan. Potret sederhana yang sangat mengkhawatirkan adalah dalam hal kualitas universitas misalnya, kita kalah dengan Singapura, Malaysia. Ini lah yang harusnya mendorong kita semua berpacu mengejar ketertinggalan,” imbuhnya.

Soal capres di 2024, Hasto menerangkan PDIP tak akan tergoda buru-buru seperti parpol lain. Ia memastikan PDIP akan memutuskan siapa capres yang diusung di 2024 pada waktunya, sesuai keputusan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Untuk pemilu ada tahapannya. PDIP berdisiplin untuk itu. Seluruh kader partai berdisiplin terhadap seluruh tahapan-tahapan pemilu dan terkait dengan calon, Ibu Ketua Umum nanti yang akan memutuskan,” tegas dia.(*)

Pos terkait