PAREPARE – Dua rumah semi permanen di Jalan Samsul Bahri, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, ludes dilalap api siang tadi. Dugaan awal, sumber api berasal dari kamar bawah rumah yang sedang direnovasi, setelah seorang bocah cucu tukang renovasi bermain korek dan membakar kertas.
Asap tebal mengepul, membuat warga panik berhamburan. Pemilik rumah histeris, tak kuasa menahan tangis melihat harta benda mereka hangus terbakar.
Hendra, salah satu pemilik rumah, nyaris menjadi korban saat berusaha menyelamatkan surat-surat berharga. Tangannya sempat dijilat api ketika mencoba menerobos masuk.
“Cucunya tukang itu main bakar kertas, cepat sekali api menyambar. Saya mau selamatkan KTP dan KK, tapi tidak bisa, cuma baju di badan saja,” ujar Hendra dengan suara bergetar.
Amukan api baru bisa dijinakkan setelah 6 unit mobil damkar dan 2 unit mobil tangki milik PDAM serta BPBD terjun ke lokasi. Total 9 armada dikerahkan, berjuang selama satu jam penuh untuk menaklukkan kobaran api.
Material bangunan berbahan kayu yang mudah terbakar, ditambah hembusan angin kencang, membuat proses pemadaman berlangsung dramatis.
Kabid Penanggulangan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Parepare, Fransiskus, menegaskan potensi penyebaran api sangat besar karena kombinasi bahan kayu dan cuaca berangin.
Petugas berusaha mengisolasi api agar tidak merembet ke rumah lain di kawasan padat penduduk tersebut. Kebakaran ini menjadi tontonan mencekam bagi warga sekitar. Jalan Samsul Bahri mendadak dipenuhi kerumunan yang berusaha membantu dengan peralatan seadanya, sementara sebagian lainnya hanya bisa menyaksikan dengan wajah cemas.
Jeritan pemilik rumah bercampur suara sirene mobil damkar menambah suasana panik. Petugas pemadam harus bergantian mengisi tangki air dari mobil PDAM dan BPBD, memastikan suplai tetap lancar agar kobaran api tidak kembali membesar.
Koordinasi lintas instansi berjalan sigap, meski medan sempit di kawasan padat penduduk membuat mobil pemadam kesulitan bermanuver.
Api yang berkobar cepat juga sempat mengancam jaringan listrik di sekitar lokasi. PLN terpaksa memutus aliran listrik sementara untuk mencegah korsleting dan memperparah kebakaran. Warga pun harus menanggung gelap di siang bolong demi keselamatan bersama.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp1 miliar. Dua rumah semi permanen hangus rata dengan tanah, menyisakan puing dan duka mendalam bagi keluarga korban.






