Gelar Open House Idulfitri 1446 H, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Persatuan Bangsa

Silaturahmi Jusuf Kalla ke Presiden Prabowo Subianto

JAKARTA– Dalam suasana penuh kebahagiaan Idulfitri 1446 Hijriah, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar acara “Open House” atau Gelar Griya di Istana Negara. Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini tidak hanya dihadiri para menteri dan duta besar, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum. Dalam semangat silaturahmi, Presiden menyambut dan menyalami langsung para tamu bersama putranya, Didit Hediprasetyo.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya Idulfitri sebagai momen suci untuk saling memaafkan, mempererat hubungan, dan membangun masa depan yang lebih baik. “Idulfitri adalah momen untuk memperkokoh persatuan bangsa, memperkuat solidaritas sosial, dan membangun Indonesia yang lebih adil, makmur, dan berkeadaban,” ujar Presiden.

Bacaan Lainnya

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), serta Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla bersama istri, Mufidah Kalla. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, turut hadir bersama keluarga. Dalam kesempatan ini, Menekraf Riefky menyampaikan pesan penting terkait makna Idulfitri. “Lebaran adalah momen memperkuat silaturahmi, baik dalam lingkup keluarga maupun antarkementerian dan lembaga,” tuturnya.

Dalam semangat kolaborasi, Menekraf Riefky menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan industri kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional. “Setelah lebaran, saatnya membangun semangat baru dengan ide-ide kreatif yang lebih segar. Bersama kita dukung kreativitas anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo bersama Wapres Gibran dan sejumlah pejabat lainnya melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Istiqlal. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Tradisi baik ini dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara, selaras dengan Asta Cita yang dicanangkan pemerintah.

Di bawah kepemimpinan Menekraf Teuku Riefky dan Wamenekraf Irene Umar, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekraf menargetkan penciptaan 27 juta lapangan kerja dalam lima tahun ke depan melalui pengembangan 17 subsektor ekonomi kreatif. Pendekatan hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku bisnis, media, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan visi ekonomi kreatif yang inklusif dan berdaya saing global.

Acara Open House ini menjadi cerminan semangat persatuan dan optimisme untuk membangun Indonesia yang lebih baik melalui kerja sama dan kreativitas.(*)

Pos terkait