Dikbud Enrekang Latih Guru Koding & AI: Navigasi Digital Menuju Pendidikan Masa Depan

Dikbud Enrekang Latih Guru Koding & AI: Navigasi Digital Menuju Pendidikan Masa Depan

ENREKANG– Dalam era di mana teknologi melaju lebih cepat dari kebanyakan silabus pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Enrekang mengambil langkah strategis dengan menggelar Pelatihan Koding dan Kecerdasan Buatan (AI) bagi guru SD dan SMP.

Bertempat di SMP 1 Enrekang dan SMA 5 Baraka, kegiatan ini tak hanya berisi teori, namun juga praktik langsung dalam membangun proyek berbasis koding dan aplikasi pembelajaran berbasis AI. Puluhan guru dari berbagai kecamatan turut ambil bagian, membawa semangat belajar yang kuat.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Dikbud Enrekang, Erik, didampingi Kabid Pembinaan GTK, Sulfian. Dalam sambutannya, Erik menegaskan bahwa peran guru tak lagi sebatas penyampai ilmu, melainkan juga pembimbing dan pengarah penggunaan teknologi.

“Siswa kita sudah akrab dengan teknologi. Mereka bahkan kadang lebih cepat memahami aplikasi AI dibanding gurunya. Maka, guru tidak boleh tertinggal. Guru harus jadi navigator digital,” kata Erik, menggugah semangat peserta.

Ia menekankan bahwa pelatihan ini dirancang untuk:
– Menambah wawasan guru terhadap teknologi terkini
– Mendorong pembelajaran yang interaktif dan kontekstual
– Meningkatkan rasa percaya diri dalam memanfaatkan teknologi
– Membentuk mindset adaptif terhadap perubahan zaman
– Membekali guru sebagai pendamping bijak dalam era digital

Pelatihan selama beberapa hari ini menghadirkan dua fasilitator dari Universitas Negeri Makassar:
– Dr. Satria Gunawan Zain, S.Pd., M.T., Dosen Fakultas Teknik
– Asmaul Husna Nasrullah, S.Kom., M.Kom., Dosen Fakultas Teknik

Keduanya membawakan materi aplikatif seputar dasar-dasar pemrograman, integrasi AI dalam pendidikan, serta praktik pembuatan proyek teknologi sederhana yang bisa digunakan dalam kelas.

Dengan pelatihan ini, Dikbud Enrekang berharap dapat membangun kesiapan guru dalam menghadapi kurikulum abad 21. “Guru tetap harus jadi teladan, termasuk dalam penggunaan teknologi. Kita ingin mereka membimbing anak-anak kita menuju masa depan yang lebih cerah dan cerdas secara digital,” tutup Erik.(*)

Pos terkait