PANGKEP– Perayaan ulang tahun ke-57 PT Semen Tonasa yang jatuh pada 2 November tahun ini berlangsung dengan nuansa sederhana namun penuh makna. Mengusung tema “Transformation For Sustainable Development”, rangkaian kegiatan sosial dan olahraga menjadi simbol komitmen perusahaan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus menata ulang arah strategisnya.
Funwalk Digelar
Salah satu kegiatan yang paling dinanti masyarakat adalah Funwalk (jalan santai) yang akan digelar Minggu, 19 Oktober 2025. Setelah sempat absen dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan ini kembali hadir sebagai wujud kepedulian manajemen terhadap masyarakat sekitar.
Sebanyak 12 forum desa/lurah dari wilayah ring 1 dilibatkan sebagai panitia pelaksana. Koordinator Forum Desa, Zol Ahmad Haq, menyampaikan apresiasinya atas pelibatan aktif masyarakat.
“Kami ikut merasakan euforia. Ini bentuk nyata kebersamaan antara manajemen dan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk dana CSR/TJSL, tapi juga program kerja community development yang menyentuh ekonomi dan sosial warga sekitar,” ujar Zol.
Rangkaian HUT dimulai dengan pengobatan gratis di 12 desa ring 1, dibuka di Desa Biring Ere. Kegiatan ini disusul dengan Fun Bike yang melibatkan ratusan peserta, mayoritas dari internal perusahaan, termasuk karyawan Semen Tonasa, perusahaan afiliasi, dan tenaga outsourcing. Berbagai lomba olahraga juga digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat kebersamaan karyawan.
Menjawab Kritik dan Membangun Kepercayaan
Manajemen PT Semen Tonasa berharap perayaan HUT kali ini bukan sekadar panggung seremonial, tetapi menjadi titik balik menuju tanggung jawab sosial yang lebih nyata. Hal ini merespons kritik tajam dari Anggota DPR RI Ismail Bachtiar dalam rapat dengar pendapat akhir tahun lalu, yang menyoroti strategi sentralisasi PT Semen Indonesia Group (SIG), nasib pekerja outsourcing, dan transparansi CSR.
Tiga bulan terakhir, di bawah direksi baru, SIG telah melakukan langkah nyata:
– Mengembalikan Departemen Marketing & Sales serta Infrastruktur ke anak perusahaan.
– Menyusun kontrak outsourcing baru dengan penambahan kuota tenaga kerja, melibatkan desa/lurah ring 1 dalam perekrutan.
– Menyeleksi vendor tenaga kerja yang profesional dan berpengalaman.
– Membentuk Forum Desa/Lurah sebagai kanal penyaluran dana CSR/TJSL.
– Membentuk Tim Pendamping untuk mengawasi pelaksanaan program kerja secara transparan.
Menuju Industri Ramah Lingkungan: Kolaborasi RDF dengan Pemkab Pangkep
Langkah strategis lainnya adalah kemitraan PT Semen Tonasa dengan Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam pengelolaan sampah menjadi bahan bakar alternatif (Refuse-Derived Fuel/RDF). Tempat Pengelolaan Sampah Badriah milik Pemkab kini mampu menyuplai 30 ton sampah per bulan ke pabrik, sementara kapasitas pemusnahan Semen Tonasa mencapai 150 ton per hari.
Senior Manager AFR, Stevanus Bodro Wibowo, menyampaikan bahwa kerja sama ini akan diperluas ke daerah lain.
“Mudah-mudahan kami bisa menandatangani MoU dengan beberapa Pemda kabupaten, dirangkaikan dalam malam puncak HUT-57 yang akan diselenggarakan pekan depan secara sederhana,” ujarnya.
Pemda Sidrap disebut sebagai mitra terdekat yang siap menjalin kerja sama, dan daerah lain tengah dijajaki untuk menyusul.
Di tengah gempuran produsen semen asing yang menawarkan harga murah, PT Semen Tonasa berupaya bangkit dengan strategi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kekompakan karyawan, dukungan Pemkab Pangkep, dan partisipasi aktif masyarakat ring 1 menjadi modal penting untuk mengembalikan kejayaan perusahaan.(*)






